POJOKSATU.ID - Ketegangan global kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan yang menyita perhatian dunia.

Di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda dengan Iran, Trump justru memberi sinyal bahwa Kuba bisa menjadi target berikutnya.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menyebut bahwa setelah urusan dengan Iran selesai, Amerika Serikat kemungkinan akan singgah ke Kuba.

“Kuba adalah negara yang gagal, dan kita mungkin akan menuju ke sana setelah ini selesai,” ujar Trump.

Baca Juga: Viral Grup Chat Mahasiswa FH UI Diduga Lecehkan Perempuan, Dekanat Pertimbangkan DO 16 Orang

Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Kuba. Presiden Miguel Díaz-Canel menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan agresi militer terhadap negaranya.

Ia juga memperingatkan bahwa setiap langkah sepihak dari Washington akan mendapat perlawanan.

Situasi ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang memang sudah lama memiliki hubungan tidak harmonis.

Sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat selama bertahun-tahun disebut Kuba sebagai salah satu penyebab utama krisis berkepanjangan di negaranya.

Baca Juga: Reformasi ASN Dipercepat, Sekda Sulsel Minta Manajemen Talenta Diterapkan Optimal

Kuba saat ini tengah menghadapi tekanan berat, mulai dari kelangkaan bahan bakar, pemadaman listrik, hingga terbatasnya akses terhadap kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.

Pemerintah Havana menilai kondisi tersebut semakin memburuk akibat tekanan eksternal, termasuk kebijakan Washington.

Di sisi lain, Amerika Serikat menilai permasalahan ekonomi Kuba lebih disebabkan oleh persoalan struktural internal.

Ketegangan juga diperparah dengan dinamika terbaru di kawasan energi global. Berkurangnya pasokan minyak dari Venezuela serta gangguan distribusi turut memperburuk situasi di Kuba, yang sangat bergantung pada impor energi.

Meski retorika kedua pihak memanas, sejumlah pejabat menyebut komunikasi antara Washington dan Havana masih berlangsung, meski dalam tahap sangat awal.

Namun demikian, pernyataan Trump ini menjadi sinyal bahwa peta konflik global berpotensi kembali melebar.

Baca Juga: Kisi-Kisi TKA Matematika SMP 2026 Lengkap Contoh Soal dan Pembahasan, Wajib Dipahami!

Dunia kini menanti apakah ketegangan ini akan berkembang menjadi konflik terbuka atau justru mereda melalui jalur diplomasi.***