POJOKSATU.ID - Kondisi pendidikan di daerah kembali menjadi sorotan setelah video siswa Sekolah Dasar Negeri Tando, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bawah pohon akibat keterbatasan ruang kelas.
Sejumlah siswa tampak duduk di bangku kayu sederhana, sementara guru berdiri di depan memberikan pelajaran.
Situasi ini memicu keprihatinan publik karena menunjukkan masih adanya kesenjangan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Juga: Curi Motor di Tempat Kerja Sendiri, Mantan Karyawan Sampoerna Dibekuk Polres Karawang
Kepala SDN Tando, Fransiskus Jenala, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bukan hal baru.
Ia menjelaskan, sekolah hanya memiliki fasilitas terbatas sejak awal berdiri pada 2014 di Kampung Tando, Desa Robo, Kecamatan Welak.
“Total hanya ada tiga bangunan. Dua dibangun pemerintah pada 2018 dan satu lagi merupakan bangunan swadaya masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Dengan jumlah siswa mencapai 68 orang dan didukung delapan tenaga pengajar, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama.
Untuk menyiasatinya, pihak sekolah membagi ruang kelas menggunakan sekat triplek agar bisa dipakai secara bersamaan oleh beberapa rombongan belajar.
Namun, kondisi tersebut justru menimbulkan kendala baru. Suara dari masing-masing kelas kerap saling mengganggu sehingga proses belajar tidak berjalan optimal.
Selain itu, siswa kelas 2 dan 3 harus belajar di bangunan tidak permanen dengan kondisi seadanya, mulai dari dinding seng hingga lantai tanah.
Saat musim hujan, kegiatan belajar bahkan harus dipindahkan atau ditunda.
“Kalau hujan, mereka pindah ke kelas lain. Kalau tidak, belajar di luar sambil menunggu giliran,” jelasnya.
Tak hanya itu, faktor cuaca ekstrem juga menjadi ancaman. Pohon-pohon besar di sekitar sekolah kerap tumbang akibat petir, yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Baca Juga: Syarat Klaim JHT Sebelum Usia 56 Tahun, Ini Kondisi dan Dokumen yang Harus Disiapkan Peserta
Kondisi ini menjadi gambaran nyata tantangan dunia pendidikan di daerah terpencil. Banyak pihak berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian serius agar siswa bisa belajar dengan aman dan layak.***




