POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Fardiansyah Sitompul (36) warga Panyabungan Tonga, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, ditemukan tewas di Desa Runding, Rabu pagi (8/4).
Penyebab kematian korban masih misteri atau belum jelas. Ada yang menyebut diduga diculik sekelompok orang dari dekat rumahnya di belakang SMPN 1 Lintas Barat, Panyabungan Tonga.
Namun pada info yang lain, korban diduga maling di salah satu galundung atau tong pengolahan bijih emas di Desa Runding Panyabungan Barat.
Namun yang pasti, tubuhnya ditemukan penuh luka bacok di Desa Runding, Panyabungan Barat, belasan kilometer dari rumahnya.
Baca Juga: Narkoba dan Tambang Emas Ilegal Marak di Madina, Kapolres Baru Berusaha Ungkap Pendana-pendananya
Yakub, salah satu sepupu korban menerangkan, sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu dinihari, dirinya masih sempat menerima panggilan telepon dari korban.
Hal itu diketahuinya pada pagi hari usai bangun setelah melihat catatan telepon seluler miliknya.
"Namun karena sudah tidur saya gak dengar ada telepon masuk, dan pas saya telepon balik tidak aktif lagi," katanya kepada wartawan, Rabu siang (8/4).
Menurut Yakub, saudaranya ini sengaja diculik dari lokasi galundung (tong pengolahan bijih emas) dari dekat rumah korban.
Beberapa hal menguatkan korban sengaja diculik dilihat dari sepeda motor korban yang masih berada di lokasi, begitu juga dengan sandal dan barang lain milik korban.
Baca Juga: 10 Honorer Dinas Perikanan Madina Menjerit, Gaji Tak Kunjung Dibayar Hingga Akhir Desember 2025
"Jadi saya heran, saya lihat di galundung, keretanya (sepeda motor) masih ada, sendalnya juga ada. Jadi bisa saya simpulkan dia dibawa paksa, seperti diculik, dan pelaku yang jemput lebih dari satu orang," ucapnya.
Yakub menyebutkan, tidak mengetahui motif kejadian pembunuhan anggota keluarganya ini. Menurutnya, korban tidak memiliki musuh dan tidak ada berselisih paham dengan orang lain selama ini.
Sementara itu isteri korban mengetahui suaminya hilang pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, dimana istri korban bertanya kepada Yakub.
"Tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB, istrinya bertanya ke saya dimana suaminya, saya jawab tidak tahu.Terus kemudian ada keluarga yang mengabari terkait keberadaan korban yang sudah meninggal di RSUD Panyabungan," ungkapnya.
Yakub juga membenarkan adanya luka bacok di sekujur tubuh korban, diduga dilakukan oleh banyak orang.
Korban meninggalkan dua orang anak yang masih kecil yaitu Salwa kelas 1 SD atau 6 tahun dan Marwa masih usia 4 tahun.
Ditemukan Tewas di Desa Runding
Sebelumnya seorang pria paruh baya tewas diduga dihajar massa di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik haji Endang di Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina).
Kades Runding, Abdullah Amin, yang dikonfirmasi mengaku, saat ditemukan pria tersebut sudah babak belur di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik Haji Endang di perbatasan Kecamatan Panyabungan Barat dan Hutabargot.
"Belum diketahui motif kejadian, yang jelas pria itu saat kami temukan sudah babak belur di lokasi tong pengolahan limbah tambang emas, " kata Kades, Rabu.
Karena kondisi pria itu sudah babak belur jelas Kades, pria itu langsung di bawa ke RSU Panyabungan.
Sementara itu, Polsek Panyabungan sendiri masih melakukan penyelidikan dan olah TKP kejadian tewasnya Ferdiansyah di lokasi pengolahan limbah tambang emas di desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat.
"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan tentunya kita melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti," kata Kapolsek Panyabungan AKP D Sinulingga pada wartawan, Rabu 8/4/2026.
Informasi penyebab tewasnya Ferdiasyah masih simpang siur mulai dari dugaan maling telepon seluler sampai dugaan salah sasaran.
Pada sisi lain ada juga dugaan korban sengaja diculik sekelompok orang.
Ferdiansyah sendiri ditemukan warga bersimbah darah di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal di Desa Runding.***




