POJOKSATU.ID - Ketegangan geopolitik global mulai berdampak langsung pada sektor energi.

Pemerintah Indonesia pun mengambil langkah antisipatif untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak tetap aman di tengah kondisi yang semakin tidak menentu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membatasi sumber impor minyak.

Baca Juga: Kasus Amsal Sitepu Bukan Sekadar Evaluasi, DPR Minta Kejagung Bekerja

Dalam situasi krisis seperti saat ini, fleksibilitas menjadi kunci utama untuk menjaga ketersediaan energi nasional.

Menurut Bahlil, gangguan pasokan minyak dunia dipicu oleh konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.

Kondisi ini membuat banyak negara kini saling berebut mendapatkan pasokan minyak.

Baca Juga: 4.661 PPPK Jepara Terancam PHK, DPRD Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

“Dalam kondisi seperti ini, kita tidak bisa pilih-pilih. Dari negara mana saja yang penting tersedia, karena tugas pemerintah adalah menjamin BBM tetap ada,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan energi global saat ini sudah tidak berjalan normal.

Bahkan, dalam praktiknya, kargo minyak yang sudah melalui proses tender pun masih bisa berpindah tangan jika ada pihak lain yang berani membayar lebih mahal.

Baca Juga: KRI Bima Suci Sandar di Belawan, Medan Jadi Titik Strategis Diplomasi Maritim Dunia

Situasi ini membuat persaingan semakin ketat dan menuntut pemerintah untuk lebih adaptif dalam mengambil keputusan.

Bahlil menegaskan, Indonesia harus sigap mencari berbagai alternatif sumber pasokan agar tidak terdampak lebih jauh.

Terkait kemungkinan impor minyak dari Rusia, Bahlil tidak menutup peluang tersebut.

Namun, ia memilih belum memberikan kepastian dan akan menyampaikan kepada publik jika keputusan resmi telah diambil.

Langkah membuka semua opsi impor ini menjadi strategi penting di tengah kondisi global yang penuh tekanan.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Imbas Konflik Global, Pramono Anung Minta Warga Jakarta Tak Panic Buying dan Tetap Tenang

Pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi tanpa gangguan.

Dengan situasi yang terus berkembang, pemerintah juga mengingatkan bahwa stabilitas pasokan BBM menjadi prioritas utama demi menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.***