POJOKSATU.id, JAKARTA—Polisi terus mengembangkan kasus pencurian disertai mutilasi pegawai ayam geprek atau ayam goreng di Serang Baru, Bekasi, Jawa Barat.
Polisi mengungkap fakta, ternyata ponsel milik korban Abdul Hamid (39) karyawan ayam geprek hanya dijual Rp 450 ribu kepada penadah.
Sementara dua motor milik majikan mereka yaitu Honda Vario dijual Rp 2,3 juta dan Honda Beat dijual Rp1,85 juta ke penadah.
Penadah Barang Ditangkap
Polda Metro Jaya menangkap seorang pelaku yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil curian.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengatakan bahwa pelaku berinisial A telah diamankan oleh penyidik.
“Penyidik mengamankan A yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil curian milik korban,” ujarnya di Jakarta.
Ia menjelaskan, setelah melakukan pembunuhan, para pelaku utama berinisial DS alias ANC dan S menjual barang-barang milik majikannya Elen Saputra dan juga barang korban Abdul Hamid.
“Telepon genggam korban dijual pada 22 Maret 2026 kepada tersangka penadah berinisial A secara COD melalui Facebook seharga Rp450 ribu,” jelas Andaru.
Baca Juga: Pemilik Ayam Geprek Bekasi Ungkap Korban Pekerja Lepas di Kiosnya dan Dua Pelaku Pegawai Tetap
Tak hanya itu, sepeda motor milik majikannya berupa Honda Vario juga dijual dalam waktu berdekatan.
Satu unit motor dilepas pada 23 Maret sore hari seharga Rp2,3 juta secara tunai.
Sementara motor lainnya dijual pada malam hari seharga Rp1,85 juta melalui transfer ke akun DANA milik salah satu tersangka.
Menurutnya, barang yang ditadah A merupakan hasil curian kedua tersangka pembunuhan inisial S (27) dan DS alias ANS (24).
Di mana barang berupa ponsel korban itu dijual kedua tersangka kepada A.
Lebih lanjut ia memaparkan, kedua tersangka juga telah mencuri motor Vario milik bos pemilik ayam goreng.
“Motor Honda Vario dijual pada 23 Maret 2026 sore hari seharga Rp2.300.000 tunai, dan motor Honda Beat dijual pada malam harinya seharga Rp1.850.000 melalui transfer ke akun DANA milik tersangka ANC. Adapun penggunaan hasil penjualan tersebut masih didalami oleh penyidik,” ungkapnya.***


.webp)

