POJOKSATU.id, BEKASI— Abdul Hamid (39) sosok pegawai ayam geprek di Bekasi yang dimutilasi dua rekan ternyata hidup sebatang kara atau hidup sendirian.

Korban merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul. Selain bekerja lepas sebagai karyawan ayam geprek, korban merupakan petugas keamanan di ruko di sana.

Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, dua tersangka inisial DS (23) dan S (27) tega melakukan pembunuhan rekannya sendiri karena korban menolak mencuri harta majikannya berupa sepeda motor dan handphone.

Baca Juga: Kasus Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi, Polisi: Potongan Tubuh Dibuang di Beberapa Lokasi

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, Rabu (1/4) menjelaskan bahwa kejadian pembunuhan terjadi pada 18 Maret 2026.

Korban Abdul Hamid diajak oleh dua rekannya di kios ayam geprek itu untuk melakukan tindak kejahatan. Namun, korban menolak ajakan tersebut.

“Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan tapi menolak. Sehingga yang dua orang membunuh si korban,” ujar Imanuddin.

Motif kedua tersangka untuk menguasai barang milik majikan mereka.

Awalnya, yang ingin diambil adalah mobil, tetapi karena adanya pengamanan yang cukup ketat, rencana tersebut bergeser ke motor.

Baca Juga: Pemilik Ayam Geprek Bekasi Ungkap Korban Pekerja Lepas di Kiosnya dan Dua Pelaku Pegawai Tetap

Meskipun demikian, korban tetap tidak mau mengikuti kemauan para tersangka.

“Akhirnya (dua) tersangka membunuh korban tersebut,” tambahnya.

Diketahui, TKP pembunuhan atau lokasi ayam goreng atau ayam geprek Al Fazza beralamat di Perumahan Mega Regency, Blok D 33 No 4A, Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Sosok Ramah dan Bergaul

Sebelumnya, pemilik ayam geprek, Elen Saputra, mengungkapkan korban Abdul Hamid merupakan petugas keamanan ruko setempat selain sebagai pekerja lepas pada usaha miliknya.

Elen menyebut korban Abdul Hamid merupakan seorang pekerja keras, ramah dan selama ini hidup sendirian atau sebatang kara di Bekasi.

Semasa hidup, Abdul Hamid dikenal sebagai sosok sederhana dan mudah bergaul dengan warga sekitar. Ia hidup sebatang kara di Bekasi dan kerap berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Warga sekitar bernama Aang Wijaya (38), mengatakan, korban telah bekerja di kios tersebut sekitar 2,5 tahun.

“Kesehariannya dia baik, enggak temperamen. Sama tetangga juga sering mengobrol, sering bantu istilahnya. Dia numpang hidup di sini. Kasihan, sudah sebatang kara,” ujar Aang, Senin (30/3/2026).

Menurut Aang, korban dikenal sebagai pribadi yang apa adanya dan tidak pernah terlibat masalah.

Korban yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan ini kerap menghabiskan waktu bersama warga sekitar dalam aktivitas sederhana, di antaranya minum kopi dan berbincang santai.***