POJOKSATU.id- Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan kemunculan sosok pria bernama Ajang SDM yang disebut-sebut mirip dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kemiripan tersebut bahkan membuat sebagian warganet sempat mengira Ajang adalah sosok asli sang gubernur.
Fenomena ini pun viral dan menuai berbagai reaksi, kekhawatiran muncul karena potensi penyalahgunaan identitas yang bisa merugikan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara secara langsung.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi mengaku tidak keberatan jika gaya berpakaiannya ditiru.
Namun ia mengingatkan agar tidak sampai menimbulkan kesalahpahaman publik.
Ia menyampaikan secara langsung dalam media sosial pribadi KDM.
“Saya senang Akang meniru gaya saya. Tapi kalau orang menganggap Akang adalah saya dan itu dibenarkan, ini perlu jadi evaluasi.”Ujar KDM 29/3/2026.
Secara tidak langsung, Dedi juga menyoroti potensi bahaya yang bisa muncul, terutama jika hal tersebut dimanfaatkan untuk tindakan penipuan.
Ia menegaskan bahwa sudah banyak kasus akun palsu yang mengatasnamakan dirinya untuk melakukan kejahatan.
Baca Juga: Viral Disangka Penipu, KDM Dibentak dan Dimarahi Warga Berujung Kocak dan Minta Maaf
Merespons hal tersebut, Ajang SDM pun langsung memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.
Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Dedi Mulyadi dan masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Ajang mengatakan, “Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada idola saya Bapak Dedi Mulyadi dan masyarakat.” ucap Ajang SDM, 29/3/2026.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan akan memperbaiki kontennya agar lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Baca Juga: UU HKPD Jadi Ancaman 2027! PPPK Penuh Waktu Terancam Dirumahkan, Paruh Waktu Justru Makin Sengsara
Secara tidak langsung, Ajang mengakui bahwa konten yang dibuatnya mungkin telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.
Ia pun berharap kejadian ini menjadi pembelajaran untuk dirinya.
Situasi ini akhirnya mereda setelah kedua pihak menyikapinya dengan bijak.
Dedi Mulyadi memberikan teguran secara santun, sementara Ajang SDM merespons dengan permintaan maaf dan komitmen untuk berubah.***




