POJOKSATU.ID - Dewan Perwakilan Rakyat mulai menyiapkan langkah serius dalam upaya penghematan energi dan anggaran.

Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah mematikan lampu, AC, serta aliran listrik di Gedung DPR pada pukul 20.00 WIB jika tidak ada agenda persidangan.

Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi yang telah dibahas sejak pekan lalu.

Baca Juga: Dampak UU HKPD Mulai Bikin Kekhawatiran, Apakah Kesejahteraan ASN Bakal Terancam? Ini Penjelasannya

Tidak hanya soal listrik, DPR juga berencana mengurangi perjalanan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN), kecuali untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.

“Jika tidak ada kegiatan persidangan, maka maksimal pukul 8 malam seluruh lampu akan dimatikan,” ujar Indra, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik di lingkungan parlemen.

Baca Juga: SKTP April 2026 Diprediksi Terbit Bertahap, Ini Alur Lengkap dari Validasi Dapodik hingga TPG Masuk Rekening Guru Tanpa Kendala

Seluruh ruangan yang tidak digunakan, termasuk ruang rapat, akan dipastikan dalam kondisi mati listrik untuk menghindari pemborosan energi.

Indra menjelaskan, hingga saat ini Gedung DPR belum dilengkapi dengan sistem otomatis pengelolaan gedung atau building automatic system.

Karena itu, pengaturan penggunaan listrik masih dilakukan secara manual oleh para pegawai.

Baca Juga: KPK Tegas Bantah Isu Intervensi Pengalihan Tahanan Rumah Yaqut, Sebut Semua Murni Strategi Penanganan Kasus

Tak hanya listrik, efisiensi juga menyasar penggunaan bahan bakar minyak. Meski belum merinci angka pengurangan, DPR telah menyiapkan skema untuk menekan penggunaan BBM, khususnya dalam kegiatan operasional dan mobilitas.

“Langkah pengurangan BBM sedang kami siapkan, meski belum bisa disampaikan secara kuantitatif,” tambahnya.

Kebijakan ini sejalan dengan rencana pemerintah pusat yang tengah menghitung efisiensi anggaran di kementerian dan lembaga.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebutkan bahwa skenario pemangkasan anggaran hingga 10 persen sedang dibahas.

Baca Juga: Sebut Akan Serang Pembangkit Energi Iran Tapi Akhirnya Ditunda, Langkah Trump ke Iran Bikin Dunia Bingung

Langkah DPR ini pun dinilai sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga efisiensi anggaran negara sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bijak di tengah tantangan ekonomi global.***