POJOKSATU.id - Keputusan mengejutkan datang dari Presiden AS Donald Trump yang tiba-tiba menahan rencana serangan ke Iran.

Padahal sebelumnya, situasi sempat memanas dengan ancaman terbuka terhadap fasilitas energi negara tersebut.

Langkah mendadak ini disebut bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Saat Dunia Ketar Ketir Soal Energi, Bahlil Akhirnya Minta Rakyat Ikut Jaga Energi Nasional

Trump mengklaim penundaan dilakukan setelah adanya permintaan langsung dari pihak Iran, di tengah tensi geopolitik yang belum mereda.

“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon izinkan pernyataan ini untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi,” tulisnya.

Tak hanya itu Trump bahkan memberikan tenggat waktu yang cukup spesifik dalam keputusan tersebut.

Baca Juga: Instruksi Mendadak Prabowo! Bahlil Diminta Berburu Minyak ke Semua Negara

"selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur," kata Trump di media sosial Truth Social miliknya.

Keputusan ini sontak memicu tanda tanya besar. Sebab, hanya dalam hitungan hari, arah kebijakan AS berubah drastis dari ancaman keras menjadi membuka ruang negosiasi.

Trump pun menegaskan bahwa komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung, meski diwarnai berbagai spekulasi dan perbedaan narasi.

Baca Juga: Instruksi Mendadak Prabowo! Bahlil Diminta Berburu Minyak ke Semua Negara

"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, pembicaraan berjalan sangat baik," tegasnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik belum benar-benar mereda, penundaan serangan lebih mencerminkan jeda strategis bukan akhir dari ketegangan.

Dunia kini menanti, apakah langkah ini menjadi awal perdamaian atau hanya penundaan sebelum eskalasi yang lebih besar.***