POJOKSATU.id - Status kesiapsiagaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sempat menjadi sorotan publik akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Setelah sebelumnya berada pada level Siaga 1, kini status tersebut diturunkan menjadi Siaga 3 menjelang momentum mudik Lebaran.

Perubahan status ini sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Tidak sedikit yang mengaitkannya dengan situasi keamanan nasional maupun konflik global.

Baca Juga: Penting Diketahui, Daftar 5 Bank Tutup di Indonesia hingga Maret 2026, Terbaru OJK Cabut Izin BPR Ini

Namun pihak TNI memastikan bahwa langkah tersebut tidak berkaitan dengan kondisi darurat atau ancaman keamanan tertentu.

TNI Angkatan Darat menjelaskan bahwa perubahan status tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan internal menjelang kegiatan besar nasional, yakni perayaan Idul Fitri.

”Kami melaksanakan kegiatan Siaga 3 karena juga kami akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri."

Baca Juga: Terungkap di KPK! Gus Yaqut Diduga Coba Suap Pansus Haji DPR Rp17 Miliar untuk Redam Polemik Kuota Haji

"Dimana kegiatan Idul Fitri kan juga mungkin ada anggota TNI yang melaksanakan cuti, bergantian tentunya."

"Tentunya dengan semua personel kita tetap siaga,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, dikutip Pojoksatu.id dari jawapos.com 13/3/2026.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan yang sempat dilakukan sebelumnya adalah langkah internal untuk memastikan seluruh unsur prajurit berada dalam kondisi siap.

Baca Juga: Penting Diketahui, Daftar 5 Bank Tutup di Indonesia hingga Maret 2026, Terbaru OJK Cabut Izin BPR Ini

”Jadi, yang tadi saya sampaikan, itu adalah suatu kesiapsiagaan internal. Berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan."

"Kegiatan itu bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu, melainkan bagian dari prosedur rutin dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit,” terang dia.

Dengan status Siaga 3, TNI tetap menyiagakan personel untuk membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.

Pengamanan biasanya difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti jalur mudik, pusat keramaian, terminal, stasiun, hingga objek vital nasional.

Selain itu, TNI juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta instansi terkait guna memastikan situasi keamanan selama arus mudik dan perayaan Lebaran tetap kondusif.

Baca Juga: Terungkap di KPK! Gus Yaqut Diduga Coba Suap Pansus Haji DPR Rp17 Miliar untuk Redam Polemik Kuota Haji

Karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dengan perubahan status tersebut.

”Jadi, eskalasi diturunkan jadi Siaga 3. Demikian untuk kita menghadapi rencana kegiatan Idul Fitri,” ujarnya.

Dengan demikian, perubahan status kesiapsiagaan ini lebih menitikberatkan pada pengaturan personel serta kesiapan prajurit menghadapi aktivitas Lebaran.

Bukan karena adanya ancaman keamanan tertentu.***