POJOKSATU.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memperingatkan potensi konflik global di masa depan yang dipicu oleh perebutan sumber makanan.
Menurutnya, ancaman tersebut bukan sekadar spekulasi, tetapi sudah mulai menjadi perhatian banyak pihak di tingkat internasional.
Zulhas menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menyebut berbagai analisis global memprediksi bahwa dalam sekitar 15 tahun ke depan konflik antarnegara bisa terjadi karena perebutan sumber pangan.
“Diperkirakan 15 tahun yang akan datang orang bisa perang untuk memperebutkan sumber-sumber makanan,” kata Zulhas.
Menurutnya, ancaman krisis pangan global mulai menjadi perhatian serius berbagai negara karena meningkatnya kebutuhan pangan seiring pertumbuhan jumlah penduduk dunia.
Baca Juga: Dari Pesisir untuk Negeri, bank bjb Hadirkan Edukasi Keuangan bagi Nelayan Kabupaten Cirebon
Kondisi tersebut diperparah oleh berbagai faktor seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, serta gangguan rantai pasok global yang dapat memengaruhi produksi pangan.
Karena itu, pemerintah Indonesia berupaya menyiapkan langkah antisipasi sejak dini dengan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Salah satu strategi utama yang didorong pemerintah adalah memperkuat kemandirian dan swasembada pangan dalam negeri.
Zulhas menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan bagian penting dari kedaulatan sebuah negara.
“Agar kita bisa mandiri dan swasembada. Mandiri dan swasembada itu adalah kedaulatan, dan kedaulatan itu kehormatan,” ujarnya.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto sejak lama telah memiliki visi terkait pentingnya membangun kemandirian pangan nasional.
Menurut Zulhas, visi tersebut menjadi landasan penting bagi berbagai kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan, serta peternakan.
Pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.
Baca Juga: Mudik Gratis Polres Bogor 2026 Dibuka Besok, Cek Jadwal, Rute, dan Syarat Pendaftarannya
Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan koperasi desa atau Kopdes serta pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Selain itu, Zulhas mengungkapkan bahwa Indonesia pada tahun sebelumnya telah berhasil mencapai swasembada beberapa komoditas pangan seperti beras dan jagung.
Ke depan, pemerintah juga menargetkan dapat mencapai swasembada protein melalui penguatan sektor perikanan dan peternakan.
Berbagai sumber protein seperti ikan, ayam, dan telur menjadi fokus pengembangan untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi.
Baca Juga: Beasiswa Kuliah Gratis UAD 2026 Dibuka, Ada Jalur Hafiz Al-Qur’an hingga Influencer, Simak Syaratnya
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah juga berencana membangun ribuan kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan berbasis perikanan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat lebih siap menghadapi potensi krisis pangan global di masa mendatang.***




