POJOKSATU.ID - Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kota Cimahi.

Kali ini, insiden tersebut diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, PAUD, SD hingga SMP, pada Rabu (25/2/2026).

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, dan muntah tak lama setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Tak hanya siswa, beberapa guru juga disebut ikut merasakan dampak serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Baca Juga: Akhirnya Keluar! Hasil Seleksi Administrasi PPPK Guru SMA Unggul Garuda Baru 2026, Ini Link Pengumuman dan Jadwal Sanggah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi hingga pukul 20.00 WIB, para korban telah dirujuk ke tiga rumah sakit, yakni RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira.

Ketiganya menjadi pusat penanganan medis bagi para siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) mulai dipenuhi pasien sejak Rabu malam.

Baca Juga: Fix! Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Kulonprogo Cuma Rp1 Juta, Tapi Masih Bisa Terima Tambahan Penghasilan

Para siswa berdatangan setelah sebelumnya melaporkan keluhan kesehatan kepada pihak sekolah. Beberapa di antaranya datang didampingi orang tua dalam kondisi lemas.

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN Cimahi Mandiri 4. Kepala sekolah, Eka Nugrahawati, mengungkapkan bahwa siswa dan guru sama-sama menerima paket menu MBG pada hari tersebut.

Menurutnya, terdapat indikasi aroma kurang sedap dari nasi onigiri yang dibagikan. Ia mengaku telah mencium bau asam sejak pagi hari.

Baca Juga: Proyek Gedung Baru Unsika Diduga Pakai Air Bawah Tanah, KAWALI: Jangan Sampai Sumur Warga Kering!

Bahkan, dirinya sempat mengingatkan orang tua murid melalui grup WhatsApp agar tidak mengonsumsi makanan jika tercium bau tidak normal.

“Dari pagi memang nasi onigiri-nya tercium agak asam. Saya sudah sampaikan ke orang tua supaya tidak dimakan kalau baunya mencurigakan,” ujar Eka Nugrahawati, dikutip pojoksatu.id dari pikiran rakyat.

Selain itu, ia juga menemukan telur rebus dalam paket makanan yang diduga belum matang sempurna.

Telur tersebut kemudian direbus ulang sebelum dikonsumsi. Namun, ia mengaku tidak mengalami gejala setelah mengonsumsinya.

Baca Juga: Projo Muda Apresiasi Polri Pecat Bripda Mesias Siahaya, Harus Mendapatkan Sanksi Setimpal

Guru olahraga yang juga penanggung jawab program MBG di sekolah tersebut, Yayat Rukhiyat, menjelaskan bahwa distribusi makanan telah dilakukan sesuai koordinasi internal. Menu dibagikan pada pagi hari kepada siswa.

Meski sebagian siswa mengonsumsi makanan saat jam sekolah, ada pula yang menyantapnya pada sore hingga setelah waktu berbuka puasa.

Seorang guru yang tidak menjalankan ibadah puasa disebut mengonsumsi makanan sekitar pukul 15.00 WIB dan kemudian mengeluhkan sakit.

Baca Juga: Gaji Guru Honorer 2026 Bervariasi, Pemerintah Beri Tunjangan Rp2 juta dan Insentif

Hingga berita ini ditulis, pihak terkait masih melakukan pendataan jumlah korban serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius, mengingat program MBG bertujuan mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan keamanan distribusi makanan ke depannya, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali di Kota Cimahi.***