POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah melakukan percepatan administratif bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang masuk dalam daftar penerima bantuan sosial tahun ini.
Langkah ini diambil menyusul adanya pemutakhiran data kemiskinan nasional yang memunculkan nama-nama penerima manfaat tambahan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengonfirmasi bahwa seluruh penyaluran bantuan.
Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Tutor Tutorial Online Semester 2025/2026 Genap
Baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Sembako, dilakukan secara terintegrasi melalui jaringan perbankan resmi.
Mitra utama dalam penyaluran ini meliputi Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Meskipun penyaluran bagi penerima lama sudah berjalan, masih terdapat kelompok penerima manfaat yang bantuannya belum cair.
Baca Juga: FULL SENYUM! Bansos PKH dan Sembako Sudah Mulai Dicairkan di Awal Bulan Ramadan
Hal ini disebabkan oleh hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencatat adanya:
1. Lebih dari 1 juta penerima baru untuk bansos PKH.
2. Sekitar 2 juta penerima baru untuk bansos Sembako.
Mayoritas dari penerima baru tersebut saat ini belum memiliki rekening bank.
Alhasil, mereka harus melewati proses Pembukaan Rekening Kolektif (Burekol) terlebih dahulu sebelum bantuan dapat dicairkan.
Menurut penjelasan Gus Ipul, setiap triwulan memang selalu muncul penerima manfaat baru sebagai konsekuensi dari pemutakhiran data secara berkala.
Namun, proses Burekol ini membutuhkan ketelitian dan waktu tambahan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana bantuan sosial sampai ke tangan yang tepat dengan sistem administrasi yang akuntabel dan transparan.***




