POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian mengejutkan terkait reformasi dan efisiensi anggaran pemerintah.
Dalam pernyataannya pada ajang Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Minggu (15/2/2026), Prabowo menyebut hasil efisiensi fiskal tahun ini melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan capaian tahun 2024.
Menurut Prabowo, laporan sementara yang ia terima menunjukkan dampak signifikan dari langkah penghematan dan penataan ulang belanja negara.
Baca Juga: Heboh Bahlil Turun Nyaleg, Ternyata Segini Gaji DPR yang Menggiurkan hingga Jadi Sorotan Publik!
“Saya dapat laporan sementara, hasil efisiensi sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari liputan6.
Langkah efisiensi tersebut dijalankan melalui konsolidasi anggaran dan optimalisasi belanja di berbagai kementerian dan lembaga, termasuk lewat penguatan peran Danantara.
Pemerintah memangkas anggaran hingga Rp300 triliun dari pos-pos yang dinilai kurang produktif.
Baca Juga: Heboh! Menkop Sampaikan Bakal Skema Baru, Iuran Kopdes Bisa Gratis Total untuk Penerima Bansos!
Beberapa di antaranya adalah pengurangan perjalanan dinas, pembatasan kegiatan seremonial, hingga evaluasi terhadap kajian yang dianggap berlebihan dan tidak berdampak langsung pada masyarakat.
Dana hasil efisiensi itu kemudian dialihkan untuk mendukung program prioritas nasional.
Salah satu fokus utama adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia jangka panjang.
Prabowo menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal pemerintah kini lebih berorientasi pada hasil nyata dan kebutuhan langsung rakyat.
Ia mengingatkan agar birokrasi tidak terjebak pada prosedur yang berlarut-larut tanpa implementasi konkret di lapangan.
“Tidak usah terlalu banyak analisa. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan,” ujarnya lugas, menekankan pentingnya tindakan cepat dan solutif.
Efisiensi anggaran pemerintah ini disebut sebagai bagian dari reformasi struktural untuk mempercepat pembangunan nasional.
Dengan alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan desa, akses pangan, dan layanan publik bisa lebih cepat terealisasi.
Kebijakan efisiensi fiskal yang menghasilkan capaian empat kali lipat dibanding 2024 ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah berupaya menjaga disiplin anggaran sekaligus memastikan setiap rupiah APBN memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ke depan, pemerintah menargetkan efisiensi anggaran terus ditingkatkan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
Fokusnya jelas: pembangunan dipercepat, kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah tantangan global yang dinamis.***




