POJOKSATU.id – Viral Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program bantuan pangan.

Melainkan aksi nyata untuk menekan jurang kesenjangan antara warga kaya dan miskin.

Pernyataan itu disampaikannya setelah menerima laporan dari sejumlah kepala daerah yang menilai dampak MBG mulai terlihat di masyarakat.

Baca Juga: CAIR! 47 Nakes PPPK Paruh Waktu RSUD Jombang Terima Tambahan Rp1 Juta

Prabowo mengungkapkan bahwa para kepala daerah menyampaikan keyakinannya terhadap manfaat MBG dalam mengurangi ketimpangan.

“Saya dapat laporan, baru beberapa hari juga dari beberapa kabupaten, beberapa kepala daerah, mereka katakan, mereka sekarang yakin manfaat dari MBG."

"Karena apa? Mengurangi kesenjangan. Kesenjangan antara yang kaya dan miskin itu diukur oleh gini rasio,” dikutip Pojoksatu.id dari setneg.go.id 13/2/2026.

Baca Juga: TPG 2025 Triwulan 3 dan 4 Belum Cair Meski SKTP Sudah Terbit? Ini Penjelasan Resmi dan Langkah yang Bisa Dilakukan Guru

Menurut Prabowo MBG bukan hanya memberikan gizi kepada anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di desa dan kota.

Ia menjelaskan bahwa dapur MBG menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap.

“Lapangan kerja dibentuk. Satu dapur, satu SPPG, 50 orang bekerja. Yang tadinya tidak punya penghasilan, sekarang bekerja. Mereka bisa bantu suami, bisa bantu anaknya,”

Baca Juga: CAIR! 47 Nakes PPPK Paruh Waktu RSUD Jombang Terima Tambahan Rp1 Juta

Tak hanya itu Prabowo menyebut kalangan dunia usaha juga mulai merasakan dampak ekonomi dari program ini.

Ia mengutip laporan pengusaha yang melihat peningkatan konsumsi rumah tangga pada Januari lalu.

“Saya ketemu pengusaha-pengusaha APINDO, mereka lapor, sudah lama sekali belum pernah konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi di bulan Januari. Dan menurut mereka ini karena MBG,”

Prabowo menambahkan bahwa petani pun ikut merasakan manfaat langsung.

Ia menegaskan bahwa hasil panen kini memiliki kepastian yang dibeli oleh pemerintah.

Baca Juga: CAIR! 47 Nakes PPPK Paruh Waktu RSUD Jombang Terima Tambahan Rp1 Juta

“Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli. Sekarang dijamin produksi mereka diserap. Bahkan sekarang, di ladangnya sudah dibeli,” ujarnya.

Pemerintah mengklaim MBG menjadi salah satu program yang berpotensi memperkecil kelas ekonomi antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah di Indonesia.***