POJOKSATU.ID - Suasana belajar di SD 008 Waru, Penajam Paser Utara (PPU), mendadak berubah tegang pada Rabu (11/2/2026).

Puluhan siswa harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami muntah dan pusing tak lama usai menyantap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 24 siswa tercatat mendapat penanganan medis di UPT Puskesmas Waru, yang berada di Jalan Provinsi Kilometer 25, Kelurahan Waru.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS Butuh 700–900 Orang, Siapa Saja yang Paling Dibutuhkan?

Keluhan muncul setelah para siswa menyantap hidangan penutup berupa puding dalam menu MBG yang baru berjalan sekitar sepekan di sekolah tersebut.

Awalnya, pihak puskesmas menerima laporan dari tim Puskesmas Keliling (Pusling) bahwa terdapat lima siswa yang mengalami muntah.

Namun saat petugas mendatangi lokasi sekolah, jumlah siswa yang mengalami keluhan justru jauh lebih banyak.

Baca Juga: Promo Spesial BRI di XXI: Buy 1 Get 2 Tiket Deluxe Tiap Kamis hingga Maret 2026

“Awalnya kami mendapat kabar ada lima anak muntah. Setelah kami datang ke sekolah, ternyata ada 24 siswa yang mengalami keluhan. Ada yang muntahnya cukup sering, ada juga yang sedang,” ujar Kepala Puskesmas Waru, Rohani, dikutip pojoksatu.id dari kaltimpost.

Sebagian besar siswa mengeluhkan muntah lebih dari tiga kali, disertai rasa mual, nyeri perut, dan pusing.

Beberapa di antaranya terlihat lemas saat tiba di puskesmas. Petugas medis langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh, memberikan obat-obatan, serta melakukan observasi untuk memastikan kondisi para siswa stabil.

Baca Juga: Pria yang Baru Promosi di PTPN 4 Marihat Viral Diduga Ceraikan Istri dan Minta Keluarga Angkat Kaki dari Rumah Dinas

“Kami langsung lakukan pemeriksaan dan pemberian obat. Ada beberapa anak yang terlihat lemas sehingga perlu penanganan sesuai kondisi masing-masing,” tambah Rohani.

Dokter umum Puskesmas Waru, dr Dian, menjelaskan bahwa beberapa siswa sempat dipasangi infus untuk membantu pemulihan cairan tubuh.

Sementara yang lain cukup mendapatkan obat minum dan pemantauan singkat.

“Tapi sekarang kondisi mereka sudah membaik. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit,” kata dr Dian.

Ia mengakui pihaknya cukup terkejut karena jumlah siswa yang datang dalam waktu hampir bersamaan cukup banyak.

Baca Juga: Kasus Pariaman Menggema, DPR Nilai Ayah yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya Tak Layak Dihukum Mati

Selain siswa SD 008 Waru, terdapat satu siswa SMA 2 yang juga sempat mendapatkan perawatan karena keluhan diare.

Meski muncul dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG, pihak puskesmas belum bisa memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.

Rohani menegaskan bahwa perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah keluhan para siswa benar-benar disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga: Aduh Malu Sampai Disindir KDM! Bupati Subang Disindir KDM Sebut Jalan Rusak Udah Kaya Kolam!

“Kami mendapat laporan anak-anak muntah setelah makan, tetapi untuk memastikan apakah itu dari MBG atau bukan, kami belum bisa menyimpulkan,” ujarnya.

Insiden ini menjadi perhatian orang tua siswa dan masyarakat sekitar, mengingat program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar.

Pihak sekolah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memastikan keamanan makanan yang disajikan kepada anak-anak.

Baca Juga: BUMN Dipangkas Besar-besaran dari 1.043 Jadi 300, Danantara Klaim Karyawan Tak Kena PHK

Kini, para siswa telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi membaik.

Namun kejadian ini meninggalkan kekhawatiran yang tak sedikit, terutama bagi orang tua yang berharap program makan bergizi benar-benar aman dan membawa manfaat bagi buah hati mereka.