POJOKSATU.id - Jumlah warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terluka akibat gempa bumi tektonik di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat, 06 Februari dini hari, dilaporkan bertambah menjadi 15 orang.
Data tersebut disampaikan Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, berdasarkan hasil pendataan hingga pukul 08.55 WIB.
Menurut Luk Luk, para korban luka kini dirawat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, antara lain RS PKU Muhammadiyah, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatama, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, serta RSU Prambanan.
Selain korban luka, jumlah bangunan terdampak gempa di wilayah Bantul juga bertambah menjadi 13 unit.
Lokasi kerusakan tersebar di Kecamatan Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, hingga Pajangan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Klari Karawang, Satu Pengendara Meninggal Dunia
Kerusakan bangunan meliputi tujuh unit rumah warga, dua tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, serta masing-masing satu fasilitas pemerintah dan satu fasilitas kesehatan.
Sementara itu, di Kota Yogyakarta dilaporkan sebuah balai milik Kampung Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, turut mengalami kerusakan akibat gempa dini hari tadi.
Infrastruktur milik pemerintah kota tersebut terdampak pada bagian rangka atap bangunan.
BPBD DIY memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun penyintas meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat satu rumah rusak berat di Pacitan, satu rumah rusak ringan di Wonogiri, tiga rumah rusak ringan di Bantul, serta satu rumah rusak ringan di Sleman.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik tersebut memiliki magnitudo 6,2 dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Baca Juga: Ramai Dibahas! Apakah Gaji Pensiunan PNS Akan Disesuaikan pada 2026? Simak Selengkapnya
Gempa terjadi pada pukul 01.06.10 WIB dengan episenter berada di laut, pada koordinat 8,99° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik atau thrust fault,” demikian laporan BMKG.
Guncangan gempa utama dirasakan cukup luas.
Intensitas IV MMI dirasakan di Pacitan, Bantul, dan Sleman, sementara III MMI dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, hingga Madiun.
Baca Juga: THR 2026 Bukan Milik ASN Saja! Ini Daftar Lengkap Penerima dan Besaran Nominal untuk Tiap Golongan
Getaran dengan intensitas II MMI juga dirasakan di Tuban, Jepara, dan Denpasar.
Pasca gempa utama, BMKG mencatat adanya sejumlah gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil.
Di tengah guncangan yang menyisakan duka dan kepanikan, semangat saling membantu dan kesiapsiagaan menjadi harapan agar masyarakat bisa bangkit dan kembali menata kehidupan dengan lebih kuat.***




