POJOKSATU.ID - Peta politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai memanas.
Partai Amanat Nasional (PAN) disebut telah ancang-ancang menyiapkan skenario dukungan dengan memunculkan pasangan Prabowo Subianto–Zulkifli Hasan (Zulhas).
Wacana tersebut pun memantik sorotan publik, termasuk terkait posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Viral! Guru PPPK Paruh Waktu Gaji Pertama hanya RP15 Ribu, Ini Fakta Sebenarnya
Isu tersebut mencuat usai pernyataan Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, pada Senin (9/2/2026).
Eddy menyampaikan bahwa PAN pada prinsipnya masih akan memberikan dukungan kepada Prabowo pada Pilpres 2029.
Namun, terkait sosok calon wakil presiden, ia menegaskan keputusan itu belum final dan sangat bergantung pada dinamika politik ke depan.
Baca Juga: WADUH PSSI Kena Denda Sampai Rp235 Juta Gara-Gara Laga Futsal! Tapi Kok Bisa? Begini Penjelasannya!
Menurut Eddy, PAN tidak ingin tergesa-gesa menentukan pasangan.
Ia menilai, pencalonan presiden dan wakil presiden harus mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kesesuaian kerja sama, kekuatan elektoral, hingga kepentingan strategis partai.
“Kita tentu melihat opsi-opsi terbaik. Paket itu harus punya simbiosis, bisa bekerja sama dengan baik, dan dukungan elektoralnya juga tinggi. Pertimbangannya banyak,” ujar Eddy, dikutip pojoksatu.id dari detik.com.
Baca Juga: Hukum Sikat Gigi saat Puasa, Ini Penjelasan Ulama dan Panduan Aman Menjaga Mulut Tetap Segar
Eddy juga menegaskan bahwa dukungan PAN kepada Prabowo tidak serta-merta berarti sepaket dengan Gibran.
Ia menyebut, dengan dihapuskannya presidential threshold, partai politik kini memiliki peluang lebih luas untuk mengajukan kader terbaiknya.
“Sebagai partai politik, tentu kami punya kesempatan mengajukan kader. Kalau ditanya hari ini, saya mendukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di 2029,” ungkapnya secara terbuka.
Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi mengenai posisi Gibran dalam kontestasi politik lima tahun mendatang.
Namun, menanggapi isu tersebut, Gibran memilih bersikap tenang dan tidak larut dalam manuver politik jangka panjang.
Dalam keterangan pers tertulis yang dibagikan oleh Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (8/2/2026), Gibran menegaskan bahwa dirinya saat ini fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden.
Baca Juga: Tips Menyusun Program Kerja KKN Mahasiswa agar Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata
“Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Gibran.
Putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu menambahkan, sebagai pembantu Presiden, ia memiliki tanggung jawab penuh untuk mengawal jalannya pemerintahan agar seluruh program prioritas Prabowo dapat terealisasi dengan baik.
“Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Payudara Sejak Dini, Kenali Gaya Hidup Sehat dan Pentingnya Deteksi Rutin
Sikap Gibran ini dinilai sebagai sinyal bahwa ia tidak ingin terjebak dalam tarik-menarik politik dini.
Di tengah mulai menghangatnya wacana Pilpres 2029, Gibran memilih menunjukkan fokus pada kinerja pemerintahan ketimbang merespons spekulasi politik.***




