POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan tekad kuat pemerintahannya untuk membangkitkan seluruh industri nasional sebagai jalan utama menuju Indonesia yang maju dan mandiri.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa kebangkitan industri bukan sekadar wacana, melainkan target nyata yang ingin diwujudkan dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: BPJS PBI Nonaktif Tiba-tiba, Publik Menilai Kemensos Minim Sosialisasi
Ia optimistis seluruh sektor industri di Tanah Air dapat kembali bergerak dan berkembang dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
“Kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia. Kita akan memimpin industrialisasi bangsa Indonesia. Dalam dua sampai tiga tahun ini, kita akan membangkitkan seluruh industri kita. Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju,” ujar Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari youtube sekretariat presiden.
Menurut Prabowo, industrialisasi menjadi kunci penting untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus menciptakan kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat.
Baca Juga: ‘Si Cakap’ Resmi Berlaku, ASN Cimahi Kini Wajib Lapor Kinerja Secara Digital
Ia menilai, bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki basis industri yang kokoh dan mampu mengelola sumber dayanya sendiri.
Presiden menekankan bahwa pembangunan industri tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan angka ekonomi semata.
Lebih dari itu, kemajuan industri harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, khususnya dalam menciptakan kehidupan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Negara maju bukan hanya soal angka, tapi bagaimana rakyatnya bisa hidup dengan baik, memiliki pekerjaan, dan merasa aman dalam menjalani kehidupannya,” ungkap Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil peran aktif dalam mendorong industrialisasi nasional, mulai dari penyediaan regulasi yang mendukung, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Prabowo menyebut industrialisasi sebagai fondasi utama agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung pentingnya persatuan nasional dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut.
Menurutnya, kebangkitan industri hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama dan saling mendukung.
Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU sendiri menjadi momentum penting bagi Presiden untuk menyampaikan visi besar pemerintahannya.
Di hadapan para ulama dan warga NU, Prabowo menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan, kemandirian, dan keadilan sosial akan menjadi landasan utama pembangunan nasional.
Ia berharap kebangkitan industri Indonesia nantinya tidak hanya dirasakan di pusat-pusat ekonomi besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah, sehingga pemerataan pembangunan benar-benar terwujud.
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut pun menjadi sinyal kuat arah kebijakan ekonomi nasional ke depan, dengan industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja sebagai fokus utama demi mewujudkan Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat dan sejahtera.***


.webp)

