POJOKSATU.id - Reformasi besar-besaran yang dicanangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung menghadapi ujian berat.

Seorang pejabat Bea Cukai yang baru dilantik tujuh hari lalu, Rizal, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu 4/2/2026.

Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan suap terkait proses importasi.

Baca Juga: LKBN Antara Gelar UKW untuk Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Indonesia

Rizal sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) sebelum dipindahkan ke posisi baru sebagai Kepala Kanwil Bea Cukai di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Namun langkah mutasi tersebut justru diikuti dengan penindakan cepat oleh KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan itu dan menyebut bahwa Rizal diamankan di Lampung dalam rangkaian OTT yang digelar sejak pagi hingga malam hari.

Baca Juga: Puan Maharani Desak Minta Evaluasi Pendidikan Nasional, Usai Kasus Siswa SD di NTT

“Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung,”

Ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip pojoksatu.id dari suara.com 4/2/2026.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah media kredibel, OTT ini dilakukan di dua lokasi, yakni Jakarta dan Lampung.

Baca Juga: LKBN Antara Gelar UKW untuk Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Indonesia

Penyidik juga menyita barang bukti berupa uang miliaran rupiah dan logam mulia emas sekitar 3 kilogram, yang diduga berkaitan dengan praktik suap importasi oleh pihak swasta.

Rizal, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) di Ditjen Bea dan Cukai, menjadi salah satu pejabat yang diamankan KPK.

Ia ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut pada Rabu 4/2/2026.

Kasus ini menjadikan langkah awal Purbaya dalam membenahi Kemenkeu khususnya Bea Cukai menjadi semakin kompleks.

Hanya berselang satu minggu sejak pelantikan pejabat baru, skandal korupsi kembali mencuat.

Baca Juga: Hashim Adik Prabowo Bongkar Fakta Mengejutkan, Tambang Ilegal di Indonesia Ternyata Dibekingi Orang Kuat

Purbaya sebelumnya menegaskan bahwa ia mendukung penuh penegakan hukum dan menyebut OTT sebagai momentum pembersihan internal.

KPK hingga kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang terlibat, sementara Bea Cukai menyatakan siap bekerja sama penuh dalam proses penyidikan.***