POJOKSATU.ID - Kabar mengejutkan datang dari lingkaran dalam Istana. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara).

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya serius pemerintah untuk membenahi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus menutup celah kebocoran dalam sistem keuangan nasional.

Sinyal keras tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Bertemu Prabowo di Kertanegara 4, Mensesneg Ungkap Mereka Bukan Oposisi

Ia mengungkapkan rencana tersebut saat memberikan pembekalan kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Cibodas, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Sjafrie, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap peran strategis Bank Himbara dalam menopang perekonomian nasional.

Namun, selama ini penyaluran kredit dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

Baca Juga: Taspen Pastikan Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair Meski 1 Februari Tanggal Merah, Ini Penjelasannya

“Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara,” tegas Sjafrie, dikutip pojoksatu.id dari inilah.com.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi lemahnya tata kelola dan pengawasan di tubuh perbankan pelat merah.

Akibatnya, potensi kebocoran dan ketidaktepatan sasaran dalam kebijakan kredit sulit dihindari.

Baca Juga: Jam Wajib 24 JP Jadi Masalah Sistemik Guru Bersertifikat, Ini Analisis Akar Masalah dan Solusi Rasional yang Bisa Dilakukan Sekolah

Sjafrie menambahkan, Presiden Prabowo telah menyiapkan konsep tata kelola baru untuk menertibkan BUMN, termasuk sektor perbankan.

Perombakan direksi bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari reformasi menyeluruh.

“Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol. Kita akan ganti dengan mereka yang punya kemampuan intelektual, praktisi, tapi yang terpenting dia cinta Tanah Air,” ujar Sjafrie.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ke depan, jajaran pimpinan Bank Himbara akan diisi oleh figur-figur profesional dengan rekam jejak kuat dan integritas tinggi.

Nasionalisme dan komitmen terhadap kepentingan negara menjadi syarat utama.

Baca Juga: Akhirnya Gaji Pensiunan PNS Februari 2026 Mulai Cair Bertahap, Siap-siap Cek Rekening!

Sjafrie juga menyinggung rapuhnya birokrasi Indonesia yang, menurutnya, berawal dari lemahnya pengendalian di level pimpinan.

Jika pucuk kepemimpinan tidak kuat, maka kebijakan di lapangan akan mudah menyimpang dari tujuan awal.

Langkah perombakan total ini dipandang sebagai sinyal politik dan ekonomi yang tegas dari Presiden Prabowo.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Digugat ke MK, Komisi X DPR Buka Opsi Pangkas Anggaran Kesehatan dan Bansos

Pemerintah ingin memastikan bahwa Bank Himbara benar-benar menjadi instrumen negara untuk memperkuat ekonomi nasional, khususnya dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah.

Meski belum diumumkan secara resmi kapan perombakan itu dilakukan, pernyataan Menhan Sjafrie memperkuat spekulasi bahwa perubahan besar di tubuh Bank Himbara tinggal menunggu waktu.

Publik pun menanti sejauh mana langkah ini mampu membawa perubahan nyata dan menutup praktik-praktik lama yang dinilai merugikan negara.***