POJOKSATU.ID - Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan.

Penyesuaian hanya dilakukan pada jenis makanan yang diberikan, khususnya bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa di sekolah-sekolah dengan mayoritas peserta didik Muslim.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Baca Juga: KABAR BAIK! Tahun Ini PPPK Paruh Waktu Mulai Diangkat ke Penuh Waktu, Simak Tahapan Resminya

Ia menegaskan bahwa program unggulan pemerintah ini tidak akan dihentikan meski memasuki bulan suci Ramadan.

Menurutnya, MBG tetap menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Namun, agar tetap menghormati pelaksanaan ibadah puasa, menu makanan yang dibagikan akan disesuaikan.

Baca Juga: Anggota DPRD Riau dari PDIP Usul Pajak Rp1.700 per Batang Sawit, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4 Triliun

Selama Ramadan, siswa di sekolah mayoritas Muslim akan menerima makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Menunya kita sesuaikan. Bukan makanan berat seperti biasa, tapi makanan kering yang tahan lama dan bisa dibawa pulang,” kata Zulkifli Hasan, dikutip pojoksatu.id dari liputan6 (30/1/2026).

Menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, abon, serta beberapa jenis makanan pendamping lain yang tetap memenuhi unsur gizi.

Baca Juga: Ternyata Segini Harta Rachmat Pambudy Rp 12 Miliar Usai Ucapan MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja

Pemerintah menilai pilihan tersebut praktis, bernilai nutrisi, dan sesuai dengan kebutuhan siswa yang sedang berpuasa.

Sementara itu, untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-Muslim, pelaksanaan program MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan menu.

Makanan bergizi akan tetap disajikan dan dikonsumsi di sekolah seperti hari-hari biasa di luar bulan Ramadan.

Tak hanya siswa sekolah, Zulkifli Hasan juga memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis bagi kelompok sasaran lain tetap berjalan tanpa perubahan.

Ibu hamil dan balita tetap menerima asupan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Profil Rachmat Pambudy, Akademisi yang Mendadak Ramai usai Bicara Soal MBG Lebih 'Penting' Daripada Lapangan Pekerjaan

“Untuk ibu hamil dan balita tidak ada perubahan. Program tetap jalan seperti biasa,” tegasnya.

Pemerintah menilai keberlanjutan MBG selama Ramadan penting untuk menjaga asupan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Penyesuaian menu dianggap sebagai solusi agar program tetap efektif tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Baca Juga: Dukung Astacita Presiden Prabowo, Bupati Karawang Ikut Penanaman Jagung Pipil di Cikampek

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu kebijakan prioritas nasional yang bertujuan menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan anak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selama ini, MBG telah menjangkau berbagai daerah dengan skema distribusi yang disesuaikan kondisi lokal.

Dengan kebijakan penyesuaian menu selama Ramadan ini, pemerintah berharap manfaat MBG tetap dirasakan secara optimal, sekaligus menjaga toleransi dan kenyamanan seluruh peserta didik dalam menjalankan ibadah.***