POJOKSATU.id - Suasana konsolidasi PSI di Makassar mendadak pecah oleh sorakan dan tepuk tangan para kader.

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, membuat kejutan besar dengan membagikan Kartu Tanda Anggota (KTA) ber-chip emas.

Ia bagikan kepada sejumlah kader yang datang dari daerah terpencil di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada 28 Januari 2026.

Baca Juga: Mantan Hakim Agung Sebut Gugatan CMNP terhadap Hary Tanoe Memiliki Dasar Hukum

KTA emas tersebut menjadi pusat perhatian setelah Kaesang sendiri mengungkapkan bahwa chip emas di dalam kartu itu bisa diuangkan.

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan para kader dan viral setelah diunggah kembali oleh sejumlah media regional.

“Saya ada KTA ada emasnya, beda sama yang lain. Nanti saya kasih juga, minta ke wasekjen, kita print-kan ada emasnya,” kata Kaesang dikutip pojoksatu.id dari tribunnews, 28/1/2026.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi di Bogor, Kali Bekasi Meluap Rendam Sejumlah Wilayah Bekasi

Pernyataan itu tak berhenti di situ. Kaesang kemudian menegaskan bahwa emas dalam kartu tersebut memang memiliki nilai investasi, bukan sekadar hiasan atau gimmick politik.

“Bisa dijual kok. Tapi ditunggu saja. Emas harganya lagi baik. Kalau Bapak saya kan biasanya ngasih sepeda, sepeda bukan investasi. Tapi emas adalah investasi,”

kata Kaesang dikutip Pojoksatu.id dari kompas.com 28/1/2026.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi di Bogor, Kali Bekasi Meluap Rendam Sejumlah Wilayah Bekasi

KTA emas ini diberikan kepada kader yang datang dari daerah jauh, termasuk Pasangkayu dan Luwu Timur.

Langkah ini membuat publik heboh karena belum pernah ada partai politik di Indonesia yang membagikan kartu keanggotaan bernilai material nyata.

Selain sebagai bentuk apresiasi kepada kader, momen ini disebut sebagai bagian dari strategi konsolidasi PSI jelang agenda besar Rakernas.

Kehadiran simbol bernilai tinggi seperti emas dinilai menjadi cara Kaesang membangun semangat kader, khususnya mereka yang bertugas di wilayah pelosok.

Fenomena KTA emas pun langsung menjadi perbincangan di media sosial.

Baca Juga: Mantan Hakim Agung Sebut Gugatan CMNP terhadap Hary Tanoe Memiliki Dasar Hukum

Banyak yang menganggap langkah ini sebagai inovasi politik unik, sementara yang lain menyoroti nilai aset di balik kartu tersebut.

Terlepas dari pro dan kontra, Kaesang sekali lagi berhasil menarik perhatian publik dengan gaya politik yang tak biasa.***