POJOKSATU.id — Sebuah kejutan besar meledak dari Istana Negara ketika Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN).
Bahlil dilantik pada Rabu 28 Januari 2026 di Istana Negara Jakarta.
Penunjukan ini sontak membuat publik heboh lantaran posisi tersebut dikenal sebagai “kursi panas” yang mengendalikan arah kebijakan energi nasional di tengah agenda besar pemerintah mengejar kemandirian energi.
Baca Juga: -5 Ide Ngabuburit di Rumah Saat Ramadan, Simpel tapi Bikin Puasa Lebih Bermakna
Dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Prabowo melantik 16 anggota DEN periode 2026–2030.
Momen itu menjadi sorotan utama setelah nama Bahlil disebut sebagai pemegang komando harian.
Keputusan ini memicu respons luas karena posisi ketua harian memimpin koordinasi lintas kementerian mulai dari keuangan, pertanian, industri, perhubungan, hingga lingkungan hidup.
Dikutip PojokSatu.id dari Detik, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan sektor energi menjadi prioritas nasional setelah pemerintah mencapai sejumlah tonggak besar di sektor pangan.
Penunjukan Bahlil menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah membutuhkan figur yang mampu bergerak cepat, gesit, dan terbiasa mengawal proyek strategis.
Dikutip PojokSatu.id dari CNN Indonesia, pelantikan DEN berlangsung berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 134/P Tahun 2025 dan Keppres Nomor 6/P Tahun 2026.
Baca Juga: -5 Ide Ngabuburit di Rumah Saat Ramadan, Simpel tapi Bikin Puasa Lebih Bermakna
Komposisi anggota DEN dibuat berlapis, melibatkan unsur pemerintah dan pemangku kepentingan dari sektor industri, teknologi, akademisi, dan lingkungan.
Publik makin ramai membahas langkah ini karena Bahlil sebelumnya dikenal luas sebagai “jenderal investasi” yang sering mengawal proyek strategis nasional.
Kini dengan jabatan baru sebagai Ketua Harian DEN, ia memegang peran vital dalam menentukan peta jalan energi Indonesia.
Termasuk percepatan energi baru terbarukan dan penguatan ketahanan energi.
Penunjukan ini dinilai sebagai manuver politik sekaligus strategi percepatan program energi nasional.
Baca Juga: -5 Ide Ngabuburit di Rumah Saat Ramadan, Simpel tapi Bikin Puasa Lebih Bermakna
Di tengah tekanan global dan kebutuhan energi yang terus meningkat.
Keputusan Prabowo dianggap sebagai langkah cepat untuk memastikan roda energi negara bergerak tanpa hambatan.***




