POJOKSATU.ID - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sampang, Madura, viral di media sosial.

Sekolah yang dimaksud adalah SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, yang terlihat sepi tanpa aktivitas belajar mengajar.

Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik tersebut, tidak tampak satu pun siswa berada di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Cara Mengawasi Penggunaan Ponsel Anak dengan Google Family Link, Aman dan Mudah untuk Orang Tua

Halaman sekolah terlihat dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi, sementara teras dan ruang kelas tampak tak terurus, seolah lama ditinggalkan.

Yang paling menyita perhatian publik, di dalam salah satu ruang kelas terlihat beberapa guru justru bersantai.

Ada yang asyik membuat kopi, duduk santai, hingga menonton hiburan musik dangdut dari ponsel.

Baca Juga: Sejarah Universitas Langlangbuana Bandung, Kampus Pionir Berbasis Pengabdian dan Profesionalisme

Suasana yang terekam jauh dari gambaran aktivitas pendidikan sebagaimana mestinya.

Perekam video menyebutkan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, SDN Batuporo Timur 1 tercatat memiliki delapan orang guru.

Namun, yang rutin hadir ke sekolah hanya sekitar empat orang. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Jejak Sejarah ULBI, dari Poltekpos hingga Universitas Logistik Bertaraf Global

Tak berhenti sampai di situ, pembuat video juga menyoroti dugaan sekolah tersebut masih menerima bantuan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Disebutkan, sekolah itu tercatat memperoleh jatah sekitar 63 porsi MBG setiap hari, meski tidak ada siswa yang mengikuti kegiatan belajar.

Banyak yang mempertanyakan pengawasan terhadap sekolah-sekolah negeri di daerah, serta transparansi penyaluran bantuan negara.

Baca Juga: TPG Bulanan Bukan Sekadar Wacana, Ini Bukti Nyata Perubahan Sistem di Info GTK

Video ini pun menyebar cepat dan menjadi bahan perbincangan publik.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, akhirnya angkat bicara.

Ia menyatakan bahwa SDN Batuporo Timur 1 hingga saat ini masih berstatus aktif secara administratif.

Baca Juga: Insinerator Masih Jalan, Pemprov Jabar Mulai Lirik Teknologi Sampah yang Lebih Bersih

“Kami sedang melakukan kroscek langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar Nur Alam, dikutip pojoksatu.id dari instagram @inijawatimur (21/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata terhadap laporan masyarakat.

Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan aturan, Dinas Pendidikan Sampang berjanji akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Cara Membuat QRIS Sendiri untuk UMKM, Mudah, Cepat, dan Bisa Online

Kasus ini menjadi cermin persoalan pendidikan di daerah yang kerap luput dari pengawasan.

Di saat pemerintah gencar menggulirkan berbagai program pendidikan dan bantuan gizi, fakta di lapangan justru menunjukkan adanya celah serius dalam pengelolaan dan pengawasan.

Masyarakat berharap, viralnya kasus ini tidak sekadar menjadi tontonan sesaat, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar dunia pendidikan kembali pada esensi utamanya: mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.***