POJOKSATU.id - Kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 yang menyeret nama Immanuel Ebenezer alias Noel kembali memanas.

Setelah sebelumnya ramai dengan pernyataan satir “gembong korupsi”.

Kini publik digegerkan oleh pengakuan Noel yang menyinggung deretan kendaraan mewah mulai dari motor Ducati hingga mobil Nissan GTR yang disebut-sebut dalam dakwaan.

Baca Juga: Gokil! Inilah Kekayaan Rp31,5 Miliar Bupati Pati Sudewo Bikin Publik Kaget Usai OTT KPK

Noel tak menampik berbagai narasi yang berkembang Dengan gaya khasnya, ia justru menambah panas isu tersebut.

“Saya tidak mau menyanggah apa yang disampaikan, 32 mobil dengan rumah yang tipe 36 dengan tanah 83 meter kalau markir semana itu 32 mobil, keren kan."

"Motor Ducati, mobil Nissan GTR, yang harganya Rp 10 miliar apa Rp 12 miliar ya, jadi keren lah,” ujarnya dikutip pojoksatu.id dari detiknews 20/1/2026.

Baca Juga: Mengurai Benang Kusut Penjemputan Ketua DPRD Oleh Tim Kejagung RI, Berawal Dari Penyidik Kejari Ngambil Data Kegiatan Tahun 2022 - 2024

Ucapan itu sontak memicu reaksi luas karena menyatu dengan dugaan gratifikasi kendaraan mewah yang muncul dalam penyidikan.

KPK sebelumnya membeberkan bahwa Noel menerima sekitar Rp 3 miliar dari aliran dana pemerasan sertifikasi K3.

Jaksa juga mengungkap adanya gratifikasi berupa motor Ducati yang diduga diterima melalui perantara.

Baca Juga: Gokil! Inilah Kekayaan Rp31,5 Miliar Bupati Pati Sudewo Bikin Publik Kaget Usai OTT KPK

Temuan itu kian menambah daftar panjang barang mewah yang dikaitkan dengan mantan pejabat tersebut.

Namun di balik pernyataannya yang terkesan santai Noel menegaskan bahwa urusan hukum ini adalah tanggung jawab pribadinya.

Ia meminta agar polemik tersebut tidak menyeret nama Presiden. “Presiden jangan dibebani hal kaya begitu."

"Presiden fokus dengan kerja kerakyatannya saja. Karena ini perbuatan saya. Saya harus bertanggung jawab dengan perbuatan saya,” ujar Noel.

Pernyataan Noel menjadi titik baru dalam dinamika kasus K3 yang disebut telah berlangsung sejak 2019.

Baca Juga: Gokil! Inilah Kekayaan Rp31,5 Miliar Bupati Pati Sudewo Bikin Publik Kaget Usai OTT KPK

Biaya sertifikasi yang semestinya hanya ratusan ribu rupiah, menurut penyidik, berubah menjadi ladang pungutan besar yang menghasilkan miliaran rupia

Hingga kini KPK masih menelusuri aliran dana, peran para pihak, serta aset mewah yang diduga berkaitan dengan jaringan pemerasan.

Kasus ini diyakini belum mencapai puncaknya, terutama karena masih banyak fakta yang berpotensi membuka babak baru.***