POJOKSATU.id, PANGKEP-- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Sabtu siang (17/1).

KNKT mengatakan insiden ini dinamakan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Namun KNKT memastikan tabrakan ini bukan sengaja dilakukan oleh pilot Andy Dahananto.

"Kejadian ini kita namakan CFIT, controlled flight into terrain. Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng, sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi," kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Sosok Pilot dan Kopilot Pesawat ATR Milik IAT yang Jatuh di Gunung Bulusaraung, Berkiprah 38 Tahun

Kepala KNKT memastikan insiden menabrak lereng gunung itu bukan hal yang disengaja oleh pilot. Pesawat menurutnya masih dalam kendali pilot Andy Dahananto.

"Jadi memang kita mengkategorikan sebagai CFIT, jadi pesawatnya bisa dikontrol oleh penerbangnya, tapi menabrak bukan sengaja," kata Soerjanto.

"Jadi pesawatnya masih dalam kontrol oleh pilotnya, tapi ya memang tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya, istilahnya CFIT tadi," sambungnya lagi.

Baca Juga: TNI dan BPBD Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Karangligar Karawang

Diketahui, pilot bernama Andy Dahananto ternyata sudah berprofesi sebagai penerbang pesawat sejak tahun 1988 atau sejak 38 tahun lalu. Ia merupakan lulusan dari Juanda Flying School tahun 1987.

Sementara sosok Muhammad Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR 42‑500 milik IAT yang jatuh di Pangkep, merupakan alumni berprestasi dari Sekolah Islam Athirah Makassar.

Di dalam pesawat nahas ini tercatat 11 orang terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang pesawat.

Nama-nama kru yang beredar antara lain pilot Andy Dahananto, kopilot Farhan, dan kru yang lain seperti Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita dan Ester Aprilita.

Sementara tiga nama penumpang pesawat nahas ini antara lain Deden, Ferry dan Yoga.***