POJOKSATU.id, PANGKEP—Sosok pilot pesawat ATR 42‑500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel, ternyata pilot senior.
Pilot bernama Andy Dahananto ternyata sudah berprofesi sebagai penerbang pesawat sejak tahun 1988 atau sejak 38 tahun lalu. Ia merupakan lulusan dari Juanda Flying School tahun 1987.
Setahun kemudian, Andy Dahananto memulai karirnya pada tahun 1988 di perusahaan sebagai Pilot Fix Wing hingga saat ini.
Dilansir dari laman resmi Indonesia Air Transportasi (IAT), Andy Dahananto saat ini menjabat sebagai Direktur Operasi sejak Juni 2019.
Tercatat, pesawat dengan nomor lambung PK-THT ini sudah dipiloti sejak 2016 atau sejak 10 tahun lalu. Capt Andy Dahananto saat ini berumur 52 tahun.
Ia tercatat sebagai kapten surveylance Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sebulan sebelum pesawat ATR 42-500 jatuh, Capt Andy Dahananto sempat mengunggah foto di akun Facebook miliknya pada 17 Desember 2025 lalu. Alumni SMA 66 Jakarta ini berfoto dengan seragam Patroli Udara.
Baca Juga: Penumpang Kru Pesawat ATR 42-500 Dimana, Badan Ekor Pesawat Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung
Sosok Kopilot Farhan
Sosok Muhammad Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42‑500 milik IAT yang jatuh di Pangkep, merupakan alumni berprestasi dari Sekolah Islam Athirah Makassar.
Eks Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menyebut Farhan sebagai sosok yang aktif sejak masa sekolah.
“Farhan pernah menjadi Ketua OSIS SMP Islam Athirah periode 2014-2015 dan Ketua OSIS SMA Islam Athirah periode 2016-2017,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Farhan menamatkan pendidikan SMP pada tahun 2016, kemudian melanjutkan ke SMA Athirah.
Setelah lulus, ia menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia dan tercatat sebagai alumni Taruna.
Di dalam pesawat nahas ini tercatat 11 orang terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang pesawat.
Nama-nama kru yang beredar antara lain pilot Andy Dahananto, kopilot Farhan, dan kru yang lain seperti Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita dan Ester Aprilita.
Semetara tiga nama penumpang pesawat nahas ini antara lain Deden, Ferry dan Yoga.***




