POJOKSATU.id - Viral sebuah video di media sosial memperlihatkan seorang pria meluapkan kekesalannya saat naik kereta Commuter Line PT KAI.

Keluhan itu dibagikan melalui akun Threads miliknya, @arif.attah, dan langsung memancing perhatian warganet hingga menjadi perbincangan heboh.

Dalam unggahannya, pria tersebut menceritakan bahwa ia setiap hari berangkat kerja menggunakan KRL dengan rute Bojonegoro–Sidoarjo menuju Stasiun Gubeng Surabaya.

Baca Juga: Kontrak PPPK Diputus, Guru dan Nakes Jadi Korban, Aliansi Merah Putih Bereaksi Keras, Simak Penjelasan Resminya

Namun pada salah satu perjalanan, ia mendapati pemandangan yang membuatnya terheran sekaligus geram.

Seorang ibu-ibu masuk ke kereta sambil membawa banyak barang dagangan, seolah sedang bersiap berjualan di dalam perjalanan.

Melihat hal itu, sang pria merasa jengkel dan langsung membandingkan kondisi KRL saat ini dengan era kepemimpinan Ignasius Jonan di PT KAI.

Baca Juga: Belum Dapat Kerja Setelah Lulus? Ini Strategi Fresh Graduate

Yang menurutnya dulu sangat tegas dan bebas dari aktivitas seperti itu.

Ia menyebut situasi sekarang tampak seperti “mundur ke masa lalu” karena masih ada orang yang terlihat bebas membawa dagangan.

Keluhan tersebut sontak memicu gelombang reaksi dari warganet.

Baca Juga: Kontrak PPPK Diputus, Guru dan Nakes Jadi Korban, Aliansi Merah Putih Bereaksi Keras, Simak Penjelasan Resminya

Banyak yang ikut geram, banyak pula yang langsung menyalahkan pihak KAI dan menganggap aturan di kereta mulai longgar.

Unggahan itu cepat menyebar luas, menjadi bahan perdebatan, bahkan memunculkan komentar pedas dari berbagai akun.

Namun tak butuh waktu lama hingga PT KAI memberikan klarifikasi resmi.

Dalam pernyataannya, PT KAI memastikan bahwa pada tanggal 13 Januari 2026, pihaknya telah meminta keterangan langsung dari petugas kondektur yang bertugas dalam perjalanan tersebut.

Hasil pengecekan menunjukkan fakta berbeda dari asumsi warganet ibu-ibu itu tidak berjualan di dalam kereta.

Baca Juga: Kontrak PPPK Diputus, Guru dan Nakes Jadi Korban, Aliansi Merah Putih Bereaksi Keras, Simak Penjelasan Resminya

PT KAI menegaskan bahwa perempuan tersebut hanya membawa barang dagangannya, bukan melakukan transaksi jual beli di dalam KRL.

Tidak ada aktivitas jualan, tidak ada penawaran barang, dan tidak ada pelanggaran aturan selama perjalanan berlangsung.

Setelah fakta itu terungkap, unggahan pria tersebut justru balik dirujak netizen.

Baca Juga: Kontrak PPPK Diputus, Guru dan Nakes Jadi Korban, Aliansi Merah Putih Bereaksi Keras, Simak Penjelasan Resminya

Banyak yang mengingatkan kasus “drama tumbler” yang belum lama viral, di mana warganet terlalu cepat menuduh sebelum ada fakta sebenarnya.

Mereka menegur sang pengunggah karena dianggap terburu-buru membuat tuduhan, bahkan sampai membanding-bandingkan kondisi masa Jonan tanpa dasar yang kuat.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa media sosial bisa memperbesar isu apa pun hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga: Kontrak PPPK Diputus, Guru dan Nakes Jadi Korban, Aliansi Merah Putih Bereaksi Keras, Simak Penjelasan Resminya

Warganet pun ramai-ramai menegaskan pentingnya memastikan fakta sebelum mengeluh atau membuat perbandingan yang bisa memperkeruh keadaan.

Tulisan ini menggambarkan betapa cepatnya sebuah keluhan kecil bisa menjadi ledakan viral.

Sekaligus menunjukkan risiko besar ketika opini disebarkan tanpa verifikasi.

Pada akhirnya, kejadian ini menjadi pelajaran untuk semua pihak agar lebih berhati-hati sebelum menekan tombol “post”.***