POJOKSATU.ID - Program Beasiswa Gerbang Cerdas Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi sorotan setelah sejumlah mahasiswa penerima mengeluhkan pencairan dana yang tidak sesuai dengan jumlah yang dijanjikan.
Para penerima beasiswa mengaku hanya menerima dana sebesar Rp4 juta, padahal sebelumnya diinformasikan bahwa bantuan pendidikan tersebut bernilai total Rp7 juta.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa dan media sosial.
Baca Juga: Gebyar Awal Tahun 2026! PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen, Semua Pelanggan 1 Fasa Bisa Ikut
Para penerima mempertanyakan adanya selisih Rp3 juta yang tidak mereka terima tanpa adanya pemberitahuan resmi maupun penjelasan awal dari pihak pengelola program.
“Saat dana cair, kami kaget karena jumlahnya hanya Rp4 juta. Tidak ada penjelasan sebelumnya terkait pemotongan,” ungkap salah satu mahasiswa penerima beasiswa.
Mahasiswa menilai ketidakjelasan tersebut menimbulkan kebingungan, terlebih dana beasiswa sangat dibutuhkan untuk menunjang biaya pendidikan, seperti pembayaran uang kuliah, kebutuhan akademik, hingga biaya hidup selama menempuh studi.
Baca Juga: Merokok Saat Mengemudi Digugat ke MK, Pemohon Minta Sanksi Pidana hingga Cabut SIM
Beberapa penerima mengaku telah menyusun rencana keuangan berdasarkan informasi awal terkait besaran beasiswa yang dijanjikan.
Perbedaan jumlah dana yang diterima membuat sebagian mahasiswa harus menyesuaikan kembali kebutuhan mereka di tengah keterbatasan ekonomi.
Isu ini kemudian mendapat perhatian luas dan memicu respons dari pihak terkait.
Baca Juga: Belanja APBD Jabar Nyaris Habis, Silpa 2025 Tinggal Rp500 Ribu!
Setelah keluhan mahasiswa ramai dibicarakan, pengelola Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu akhirnya memberikan klarifikasi.
Dalam pernyataan resminya, pihak pengelola menjelaskan bahwa perbedaan jumlah dana yang diterima mahasiswa merupakan bentuk penyesuaian besaran penerimaan.
Penyesuaian tersebut disebut dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan teknis dan kebijakan internal program beasiswa.
Meski demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan mahasiswa.
Mereka menilai seharusnya penyesuaian besaran dana disampaikan sejak awal secara transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kalau memang ada penyesuaian, seharusnya disampaikan sejak awal, bukan setelah dana cair,” kata salah satu penerima lainnya.
Baca Juga: Debitur asal Batujaya Karawang Gugat Bank Mandiri soal Lelang Agunan
Sebagian mahasiswa juga berharap ke depan pengelolaan program beasiswa dapat dilakukan secara lebih terbuka dan komunikatif.
Transparansi dinilai penting agar kepercayaan penerima terhadap program bantuan pendidikan tetap terjaga.
Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu sendiri merupakan program bantuan pendidikan yang digulirkan untuk mendukung mahasiswa asal Kabupaten Mahakam Ulu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Program ini diharapkan menjadi solusi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah perbatasan.
Kasus perbedaan pencairan dana ini menjadi catatan penting bagi pengelola beasiswa agar ke depan proses sosialisasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih jelas dan akuntabel.
Hingga kini, mahasiswa penerima berharap adanya evaluasi menyeluruh agar program beasiswa benar-benar memberikan manfaat optimal sesuai tujuan awalnya.***




