POJOKSATU.id - Fenomena minuman matcha yang disajikan menggunakan wadah menyerupai kantong infus rumah sakit di sebuah kafe di Canggu, Bali, mendadak memicu kegemparan publik.
Video yang menunjukkan minuman itu viral di TikTok dan Instagram, menampilkan minuman warna hijau muda dengan kemasan mirip alat medis bertuliskan “Otsu – D5 Dextrose monohydrate Intravenous Infusion”.
Publik sontak mempertanyakan keamanan, etika, hingga legalitas kemasan yang dipakai.
Baca Juga: Tak Lulus PPPK Paruh Waktu, Honorer Nondatabase Disiapkan Pelatihan Gratis
Ramainya komentar netizen terutama muncul karena kemasan terlihat sangat mirip dengan infus yang biasa digunakan di rumah sakit.
Sebagian warganet bahkan mencurigai alat tersebut bisa saja berasal dari limbah medis yang dimodifikasi ulang untuk gimmick semata.
Kekhawatiran lain muncul soal apakah kantong tersebut benar-benar bersih, aman untuk kontak dengan minuman.
Baca Juga: Tak Lulus PPPK Paruh Waktu, Honorer Nondatabase Disiapkan Pelatihan Gratis
Serta bukan produk medis yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi konsumsi umum.
Isu menjadi semakin besar setelah video tersebut mencantumkan nama “Otsu”, yang sekilas identik dengan PT Otsuka Indonesia, produsen berbagai cairan infus resmi yang terdaftar dan diawasi BPOM.
Banyak netizen menandai perusahaan tersebut, meminta klarifikasi mengenai apakah produk infus itu asli atau palsu.
Sorotan publik semakin tajam ketika kafe yang menyajikan minuman itu disebut sebagai Buba Tea Bali, yang kerap membuat gimmick unik untuk menarik wisatawan.
Melihat kegaduhan yang semakin meluas, dilansir detikhealth PT Otsuka Indonesia akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi.
Melalui keterangan yang dimuat oleh media kredibel, perusahaan menegaskan bahwa kantong infus yang digunakan dalam video viral itu bukan merupakan produk PT Otsuka Indonesia.
Perusahaan juga menyatakan tidak memproduksi kemasan seperti yang terlihat pada minuman tersebut.
Mereka menekankan bahwa penggunaan nama atau tampilan kemasan yang menyerupai produk mereka dapat termasuk penyalahgunaan merek.
Baca Juga: Tak Lulus PPPK Paruh Waktu, Honorer Nondatabase Disiapkan Pelatihan Gratis
Pihak Otsuka menyampaikan seluruh produk resmi mereka diproduksi mengikuti standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan CPOB BPOM.
Sehingga tidak mungkin beredar dalam bentuk yang tidak sesuai prosedur.
Dengan kata lain, perusahaan tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan gimmick matcha infus tersebut dan tidak bertanggung jawab atas penggunaannya.
Baca Juga: Tak Lulus PPPK Paruh Waktu, Honorer Nondatabase Disiapkan Pelatihan Gratis
Dari sisi medis, sorotan datang dari ahli kesehatan yang mengingatkan bahwa meskipun cairan infus diproduksi secara steril.
Alat medis tidak diproduksi untuk dikonsumsi sebagai wadah makanan atau minuman.
Dokter juga menilai penggunaan atribut medis sebagai gimmick komersial bukan hanya tidak etis, tetapi juga dapat menimbulkan salah persepsi publik mengenai penggunaan alat kesehatan.
Baca Juga: Tak Lulus PPPK Paruh Waktu, Honorer Nondatabase Disiapkan Pelatihan Gratis
Kontroversi matcha infus ini menunjukkan bagaimana kreativitas dalam industri F&B dapat berbalik menjadi sorotan negatif.
Ketika menyangkut keamanan pangan dan pemakaian kemasan yang menyerupai alat medis.
Hingga kini, publik masih menunggu tanggapan resmi dari kafe terkait asal-usul kemasan tersebut dan apakah gimmick itu akan tetap digunakan setelah menuai kritik luas.***




