POJOKSATU.id- Tragedi di Pulau Sumatra kembali menarik perhatian nasional setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru per 4 Januari 2026 malam yang membuat publik terhenyak.

Bencana hidrometeorologi yang menyapu sejumlah provinsi di Sumatra telah menyebabkan 1.177 orang meninggal dunia, sementara 148 orang masih hilang dan dalam pencarian tim SAR di berbagai titik rawan.

Data yang dirilis BNPB pada 4 Januari 2026 itu sekaligus mengonfirmasi bahwa jumlah korban terus bertambah.

Baca Juga: Kenapa TPG THR dan Gaji 13 Guru Belum Cair? Ini Penjelasan dan Solusi Resminya

Mengikuti pembaruan pencarian yang digencarkan di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Setiap hari, tim gabungan menemukan jenazah baru di reruntuhan bangunan, area longsor, serta aliran sungai yang meluap akibat cuaca ekstrem.

BNPB menyebut bencana dahsyat ini sebagai kombinasi maut antara curah hujan ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi secara beruntun sejak akhir November 2025.

Baca Juga: Pemerintah Belum Rilis Aturan, Ini Acuan Terkuat Jadwal Gaji Ke-13 2026 untuk ASN

Fenomena cuaca yang dipengaruhi aktivitas badai tropis bahkan membuat beberapa wilayah lumpuh total, sementara akses jalan dan jembatan tak sedikit yang hilang tersapu arus.

Lebih mengerikan lagi, jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 3,3 juta jiwa.

Dengan 242 ribu orang terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat yang tersebar di tiga provinsi.

Baca Juga: Info Terbaru! Gaji Ke-13 ASN 2026 Belum Ditetapkan, Ini Perkiraan Waktu Pencairannya

Sejumlah sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas kesehatan ikut rusak berat sehingga memperburuk kondisi evakuasi dan penyaluran bantuan.

Di Aceh dan Sumatera Barat, beberapa daerah masih menetapkan status tanggap darurat, mengingat hujan deras diprediksi masih akan mengguyur dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah pusat telah mengirimkan tambahan logistik, peralatan berat, hingga helikopter untuk mempercepat distribusi bantuan.

Dari laporan lapangan, banyak pengungsi mengaku kehilangan seluruh harta benda.

Baca Juga: Pemerintah Belum Rilis Aturan, Ini Acuan Terkuat Jadwal Gaji Ke-13 2026 untuk ASN

Sementara sebagian lainnya masih berharap anggota keluarga yang hilang segera ditemukan.

Di beberapa titik, relawan bekerja siang malam untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari makanan, pakaian, hingga layanan kesehatan.

Tragedi ini bahkan mendapat perhatian internasional.

Baca Juga: Kenapa TPG THR dan Gaji 13 Guru Belum Cair? Ini Penjelasan dan Solusi Resminya

Lembaga asing menyebut bencana Sumatra sebagai salah satu krisis kemanusiaan terbesar di Asia dalam satu dekade terakhir.

Pemerintah Indonesia menanggapi situasi darurat ini dengan membatalkan perayaan kembang api Tahun Baru di sejumlah kota sebagai bentuk solidaritas dan masa berkabung nasional.

Di tengah duka yang belum mereda, aparat, relawan, dan masyarakat terus berjibaku melawan waktu. Setiap hari adalah perjuangan antara harapan dan kenyataan pahit.

Baca Juga: Kenapa TPG THR dan Gaji 13 Guru Belum Cair? Ini Penjelasan dan Solusi Resminya

Namun satu hal jelas: skala bencana di Sumatra ini akan tercatat sebagai salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah Indonesia.***