POJOKSATU.id - Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan seorang YouTuber sekaligus influencer membangun sumur bor untuk korban banjir hanya dengan modal sekitar Rp15 juta.
Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian publik karena dinilai kontras dengan pernyataan dalam rapat bersama Presiden yang sebelumnya menyebut bahwa biaya pembangunan sumur bor bisa mencapai Rp150 juta.
Perbandingan angka yang sangat jauh ini sontak membuat warganet heboh.
Baca Juga: PIP 2026 Diperluas hingga TK, Berikut Cara Cek dan Daftar Penerima Bantuan
Banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin selisih biaya bisa sedemikian besar.
Apalagi keduanya sama-sama membahas kebutuhan air bersih untuk masyarakat terdampak bencana.
Dalam video yang viral itu, sang perekam memperlihatkan proses pembangunan sumur bor di Aceh Timur, tepatnya di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir.
Baca Juga: Viral Bentrok Kejar-kejaran TNI–Polri Pecah Usai Laga Sepak Bola di Lapangan Lakarada Buton Selatan
Ia menjelaskan bahwa proyek sumur bor tersebut dikerjakan dengan dana pribadi dan donasi.
Dengan total anggaran berkisar Rp15 juta, ditambah kemungkinan biaya tambahan hingga Rp18 juta jika dihitung keseluruhan.
Menurutnya, dengan biaya tidak lebih dari Rp18 juta, warga setempat sudah bisa menikmati air sumur yang jernih dan layak pakai.
Baca Juga: PIP 2026 Diperluas hingga TK, Berikut Cara Cek dan Daftar Penerima Bantuan
Penjelasan sederhana tersebut langsung menyebar luas, memicu rasa penasaran dan keheranan netizen.
Banyak yang kemudian membandingkan angka tersebut dengan informasi resmi yang pernah disampaikan dalam rapat bersama Presiden.
Yang menyebut bahwa satu pembangunan sumur bor dapat menelan biaya hingga Rp150 juta.
Perbedaan anggaran yang sangat mencolok inilah yang menjadi pemicu percakapan besar di media sosial.
Netizen mempertanyakan transparansi, efisiensi, hingga dugaan adanya praktik ketidakwajaran dalam pengadaan proyek sumur bor.
Baca Juga: Gaji PPPK Januari 2026 Tak Masuk Rekening? Cek Status SK Anda
Meski begitu, sebagian warganet juga mencoba melihat dari sisi teknis.
Mereka menilai mungkin saja terdapat perbedaan kedalaman sumur, spesifikasi mesin pompa, kualitas pipa, hingga ketersediaan sumber air di lokasi yang berbeda.
Sumur bor yang dibangun komunitas atau perorangan bisa saja lebih dangkal atau menggunakan peralatan yang berbeda dari proyek pemerintah yang biasanya mengikuti standar tertentu.
Baca Juga: Viral Bentrok Kejar-kejaran TNI–Polri Pecah Usai Laga Sepak Bola di Lapangan Lakarada Buton Selatan
Namun di luar kontroversi biaya, publik tetap memberikan apresiasi besar kepada sang YouTuber.
Banyak yang memuji inisiatifnya yang bergerak cepat dan langsung turun ke lokasi untuk membantu warga terdampak banjir.
Aksi nyata tersebut dianggap sangat berarti, apalagi ketika masyarakat dalam kondisi darurat membutuhkan pasokan air bersih.
Baca Juga: Segini Perkiraan Gaji ke-13 2026 untuk ASN hingga PPPK
Warganet juga menilai bahwa keberadaan sosok relawan seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat Indonesia tetap kuat.
Di tengah polemik biaya, tindakan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Aceh Timur mendapat respons positif dan menyentuh hati banyak orang.
Video tersebut pun terus dibagikan ulang di berbagai platform, termasuk TikTok, Instagram, dan X, sehingga semakin viral.
Banyak komentar yang menyebut bahwa apa yang dilakukan YouTuber tersebut bisa menjadi contoh bagaimana bantuan tepat sasaran bisa diwujudkan tanpa perlu anggaran besar.
Untuk saat ini, publik masih terpaku pada selisih angka yang mencolok dan kisah inspiratif dari lapangan yang datang dari Aceh Timur.***




