POJOKSATU.id– Suasana di permukiman padat Warakas VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak berubah haru dan heboh ketika seorang ibu yang dikenal sebagai single parent ditemukan tewas bersama dua anaknya di dalam rumah kontrakan mereka.

Penemuan jenazah pada Jumat pagi itu membuat warga terguncang, terlebih keluarga ini dikenal hidup sederhana, tertutup, namun tidak pernah memiliki masalah dengan lingkungan sekitar.

Korban merupakan seorang ibu yang selama ini membesarkan anak-anaknya seorang diri.

Baca Juga: Ibu dan Dua Anak Tewas di Tanjung Priok, Polisi Temukan Bekas Makanan dan Botol Misterius

Berdasarkan keterangan warga yang dikutip dari laporan media kredibel, keluarga kecil ini menjalani hidup yang tenang dan jarang tersorot.

Sang ibu bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sementara anak-anaknya masih bersekolah.

Tetangga menyebut, sehari sebelum peristiwa, tidak ada tanda-tanda aneh dari rumah korban. Lampu rumah malam itu menyala seperti biasa.

Baca Juga: DIBUKA SELEKSI PPPK KemenHAM 2025, Total 500 Kebutuhan Jabatan hingga 23 JANUARI 2026, DOWNLOAD di Sini Syarat, Formasi dan Jadwal Lengkapnya

Namun keesokan paginya, warga curiga karena keluarga tersebut tidak keluar rumah sama sekali.

Ketika pintu kontrakan dibuka, warga dikejutkan oleh pemandangan mengerikan: sang ibu dan dua anaknya sudah tidak bernyawa.

Lebih mengejutkan lagi, satu anak lainnya ditemukan masih hidup namun dalam kondisi kritis dengan luka melepuh pada bagian tubuhnya.

Baca Juga: DIBUKA SELEKSI PPPK KemenHAM 2025, Total 500 Kebutuhan Jabatan hingga 23 JANUARI 2026, DOWNLOAD di Sini Syarat, Formasi dan Jadwal Lengkapnya

Anak tersebut langsung dibawa ke rumah sakit dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Fakta ini juga dikonfirmasi dilansir dari Detik, yang menyebut korban selamat mengalami luka serius yang diduga terkait zat penyebab keracunan.

Dilansir dari Detik Ketua RT setempat mengatakan bahwa keluarga ini memang jarang berinteraksi, tetapi tidak pernah menimbulkan masalah.

Tim Inafis Polri dan Polres Metro Jakarta Utara segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa bungkus makanan, botol minuman, dan beberapa benda pribadi keluarga.

Baca Juga: DIBUKA SELEKSI PPPK KemenHAM 2025, Total 500 Kebutuhan Jabatan hingga 23 JANUARI 2026, DOWNLOAD di Sini Syarat, Formasi dan Jadwal Lengkapnya

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para korban mengalami keracunan.

Meski begitu, polisi menegaskan bahwa kesimpulan resmi harus menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium.

Kapolres Metro Jakarta Utara menjelaskan bahwa pihaknya masih mengusut kemungkinan asal makanan yang dikonsumsi korban.

Baca Juga: Dana Desa 2026 Difokuskan Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Ini Arah dan Skema Lengkapnya

Apakah makanan tersebut dipesan dari luar, diberikan seseorang, atau dimasak sendiri, semuanya masih dalam penyelidikan.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga masih kesulitan memahami apa yang terjadi.

Banyak yang teringat perjuangan sang ibu seorang single parent yang selama ini bekerja keras demi anak-anaknya.

Baca Juga: DIBUKA SELEKSI PPPK KemenHAM 2025, Total 500 Kebutuhan Jabatan hingga 23 JANUARI 2026, DOWNLOAD di Sini Syarat, Formasi dan Jadwal Lengkapnya

Kini, tragedi itu justru merenggut hampir seluruh anggota keluarga.

Jenazah ketiga korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

Hasil autopsi diperkirakan menjadi titik penting dalam mengungkap penyebab pasti kematian mereka.

Sementara itu, rumah kontrakan masih dipasangi garis polisi.

Warga dan kerabat terus berdatangan untuk melihat situasi, sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga besar korban.

Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga banyak pertanyaan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Astra Group 2026, UD Astra Motor Indonesia Buka Dua Posisi Strategis

Bagaimana keracunan ini terjadi?

Apa yang sebenarnya terjadi di malam sebelum peristiwa? Dan apakah anak yang selamat mampu memberikan keterangan saat kondisinya membaik nanti?

Polisi menegaskan bahwa perkembangan penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan ilmiah diterima.***