POJOKSATU.id– Suasana di Jalan Warakas VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak berubah tegang pada Jumat pagi ketika warga dikejutkan kabar penemuan tiga jenazah dalam satu rumah kontrakan.
Seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tak bernyawa, sementara satu anak lainnya berhasil selamat namun dalam kondisi kritis.
Dugaan kuat mengarah pada keracunan, terlebih setelah polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa bungkus makanan dan botol minuman dari lokasi kejadian.
Penemuan ini bermula ketika warga sekitar merasa curiga karena keluarga tersebut tidak terlihat beraktivitas sejak malam sebelumnya.
Lampu rumah masih menyala, namun tidak ada suara apa pun dari dalam.
Ketika pintu akhirnya dibuka paksa, warga dibuat terperanjat oleh pemandangan mengerikan tiga anggota keluarga tergeletak dalam keadaan tak bernyawa.
Baca Juga: Resmi! Rekrutmen PPPK di Bekasi Dihentikan Total Oleh Tri Ardhianto, Ini Alasannya
Korban yang meninggal adalah seorang ibu berusia sekitar 40-an tahun dan dua anaknya yang masih bersekolah.
Sementara satu anak lainnya ditemukan dalam keadaan hidup, namun tubuhnya mengalami luka melepuh di beberapa bagian kulit.
Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.
Ketua RT setempat mengatakan bahwa keluarga tersebut selama ini dikenal cukup tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga.
Proses olah tempat kejadian perkara dilakukan oleh tim Inafis Polri dan Polres Metro Jakarta Utara.
“Kami dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ditemukan adanya penemuan mayat terhadap tiga jenazah yang berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki."
" Selanjutnya kami melaksanakan olah TKP bersama dengan tim Inafis dan juga dari Dokkes Polres,”
Ucap Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, kepada pers, dikutip pojoksatu.id dari tvonenews 2/1/2025
Baca Juga: Resmi! Rekrutmen PPPK di Bekasi Dihentikan Total Oleh Tri Ardhianto, Ini Alasannya
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah bungkus makanan, minuman dalam botol.
Hingga barang-barang pribadi yang diduga kuat dapat mengarah pada penyebab keracunan.
Tidak hanya itu, posisi tubuh para korban yang berbeda-beda di dalam rumah turut menjadi perhatian penyidik.
Kapolres Metro Jakarta Utara mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium keluar.
Hingga kini, polisi telah memeriksa beberapa saksi, termasuk tetangga dekat dan pihak keluarga.
Warga sekitar menyebut tak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum kejadian.
Baca Juga: Lowongan Kerja Astra Group 2026, UD Astra Motor Indonesia Buka Dua Posisi Strategis
Meski beberapa mengaku melihat korban terakhir yang selamat dalam kondisi lemas sehari sebelum tragedi.
Sementara itu, rumah kontrakan yang menjadi lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk keperluan lanjutan penyelidikan.
Warga masih ramai berkumpul di sekitar lokasi, sebagian besar tak menyangka tragedi semacam ini bisa terjadi di lingkungan mereka.
Kuat dugaan bahwa kejadian ini bukan sekadar insiden biasa.
Polisi kini membuka kemungkinan beberapa skenario, termasuk apakah makanan yang dikonsumsi korban berasal dari pesanan luar, pemberian seseorang.
Atau justru dibuat sendiri di rumah. Semua kemungkinan tersebut sedang ditelusuri dengan hati-hati.
Jenazah ketiga korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.
Hasil autopsi diperkirakan akan menjadi titik terang yang menjawab misteri penyebab kematian serentak dalam satu keluarga tersebut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan warga sekitar.
Namun di sisi lain, warga berharap polisi dapat segera mengungkap penyebab pasti tragedi ini agar tidak muncul spekulasi liar yang meresahkan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi anak yang selamat masih mendapat perawatan intensif dan berada dalam pengawasan ketat pihak medis.
Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil laboratorium keluar resmi.***




