POJOKSATU.id - Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) kembali memperbarui daftar travel warning 2026, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar peringatan tersebut.

Keputusan ini langsung memicu perhatian publik internasional, terutama karena Indonesia selama ini dikenal sebagai destinasi wisata populer bagi wisatawan Inggris.

Namun, apa sebenarnya alasan resmi pemerintah Inggris hingga memasukkan Indonesia ke daftar negara yang perlu diwaspadai?

Baca Juga: Viral Kontraktor Lolos PPPK Paruh Waktu, BKPSDM Ogan Ilir Tegaskan Fakta Sebenarnya

Dalam laporan resminya, FCDO menyebut Indonesia sebagai negara yang memiliki risiko tinggi terkait aktivitas gunung berapi.

Terutama di sejumlah kawasan yang belakangan menunjukkan peningkatan aktivitas seismik.

Meski begitu, Inggris menegaskan bahwa peringatan ini tidak berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Verifikasi Data Belum Tuntas, SK PPPK Paruh Waktu Dompu Molor ke 2026

Melainkan hanya pada zona tertentu yang dianggap berpotensi mengancam keselamatan wisatawan.

FCDO mencatat beberapa gunung berapi yang menjadi sorotan utama, di antaranya:

1. Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur

Baca Juga: Verifikasi Data Belum Tuntas, SK PPPK Paruh Waktu Dompu Molor ke 2026

2. Gunung Marapi di Sumatra Barat,

3. Gunung Sinabung di Sumatra Utara,

4. Gunung Ruang di Sulawesi Utara, Gunung Ibu di Maluku Utara, dan

5. Gunung Semeru di Jawa Timur.

Sejumlah gunung tersebut dalam dua tahun terakhir beberapa kali mengalami letusan atau peningkatan status sehingga memicu pembaruan travel advisory.

Baca Juga: Verifikasi Data Belum Tuntas, SK PPPK Paruh Waktu Dompu Molor ke 2026

Peringatan pemerintah Inggris ini termasuk dalam kategori “hindari perjalanan ke wilayah tertentu”, sebuah level yang tidak melarang perjalanan ke Indonesia secara keseluruhan.

Namun menegaskan perlunya kewaspadaan jika mengunjungi kawasan dekat gunung berapi aktif.

Bagi wisatawan Inggris, perjalanan ke area yang masuk daftar peringatan ini juga dapat berdampak pada klaim asuransi perjalanan.

Baca Juga: Viral Kontraktor Lolos PPPK Paruh Waktu, BKPSDM Ogan Ilir Tegaskan Fakta Sebenarnya

Karena beberapa perusahaan asuransi tidak menanggung risiko jika pelancong sengaja bepergian ke wilayah yang direkomendasikan untuk dihindari FCDO.

Tak hanya aspek geologis, Inggris juga menyoroti potensi risiko bencana alam lanjutan, seperti banjir lahar, gempa susulan.

Hingga gangguan aktivitas penerbangan akibat abu vulkanik.

Baca Juga: Anak SD yang Bunuh Ibu di Medan Kesal Game Misteri Pembunuhan Miliknya Dihapus dari Hape

Dalam konteks global, travel advisory ini merupakan langkah preventif yang selalu diperbarui pemerintah Inggris berdasarkan perkembangan situasi setiap negara.

Kehadiran Indonesia dalam daftar ini sempat menimbulkan persepsi negatif, seolah seluruh wilayah Indonesia dinyatakan berbahaya. Padahal faktanya tidak demikian.

Inggris menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia termasuk destinasi favorit seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan Jakarta.

Tetap aman untuk dikunjungi selama wisatawan mengikuti informasi resmi serta memperhatikan kondisi lapangan.

Meski demikian, travel warning Inggris tahun ini menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki 127 gunung api aktif, jumlah terbanyak kedua di dunia.

Dalam beberapa kasus, erupsi mendadak memang dapat terjadi dan memengaruhi perjalanan wisatawan.

Baca Juga: Anak SD yang Bunuh Ibu di Medan Kesal Game Misteri Pembunuhan Miliknya Dihapus dari Hape

Sejumlah pakar kebencanaan menilai, travel advisory ini adalah bentuk kehati-hatian yang wajar.

Indonesia sendiri melalui BNPB dan PVMBG terus memperbarui status gunung api secara berkala dan sudah memiliki sistem mitigasi bencana yang lebih modern dibandingkan satu dekade lalu.

Namun, keputusan final tetap berada di tangan negara asal wisatawan.

Baca Juga: 4 Dari 16 Jenazah Korban Kebakaran di Panti Wreda Damai Ranomuut Manado Berhasil di Identifikasi

Di sisi lain, pemerintah Indonesia belum memberikan respon resmi khusus mengenai travel warning terbaru dari Inggris.

Namun pelaku industri pariwisata menilai bahwa informasi seperti ini perlu disikapi dengan klarifikasi yang tepat.

Agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan di kalangan wisatawan asing.

Baca Juga: Viral Kontraktor Lolos PPPK Paruh Waktu, BKPSDM Ogan Ilir Tegaskan Fakta Sebenarnya

Terlepas dari itu, masuknya Indonesia ke daftar travel warning FCDO 2026 menandakan perlunya peningkatan komunikasi publik.

Terkait status kebencanaan dan keamanan wisata kepada wisatawan mancanegara.

Dalam era digital, persepsi dapat berubah cepat.

Karena itu, informasi yang akurat dan transparan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap destinasi wisata Indonesia.***