POJOKSATU.id - Pernyataan mengejutkan datang dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang membantah anggapan bahwa pemerintah lambat menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh.
Teddy menegaskan bahwa sejak pekan pertama bencana, pemerintah sudah mengerahkan berbagai armada udara.
Termasuk helikopter pinjaman dan bahkan helikopter pribadi milik Presiden Prabowo Subianto, untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang terisolasi.
Pengakuan itu sekaligus merespons kritik sebagian pihak yang menilai pemerintah baru bergerak setelah tekanan publik meningkat.
Menurut Teddy, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemerintah justru bekerja diam-diam namun cepat, terutama pada akses-akses yang tak bisa ditembus jalur darat.
“Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya,"
Baca Juga: Benarkah ASN Dapat Bonus Satu Kali Gaji Pokok Akhir 2025? Ini Penjelasan Pemerintah
"beserta keluarganya, silakan digunakan ke mana pun untuk berkeliling Aceh. Itu sejak minggu pertama,” ujar Teddy pada youtube sekretarian presiden 29/12/2025.
Ia menambahkan bahwa langkah itu diambil karena banyak wilayah terputus akibat banjir besar dan tanah longsor.
Tak hanya itu, laporan resmi pemerintahan juga menyebutkan bahwa 11 helikopter milik TNI dan Basarnas telah dikirimkan untuk memperkuat operasi udara.
Baca Juga: Resmi! Bupati Sumenep Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Libur Tahun Baru 2026
Dari data Biro Pers Sekretariat Presiden, sembilan helikopter berada di Aceh sejak 26 November 2025.
Sementara dua lainnya terbang dari Jakarta untuk memperluas jangkauan bantuan.
Keberadaan armada tambahan ini menjadi penting mengingat kondisi Aceh yang terbelah akibat cuaca ekstrem.
Banyak desa terisolasi, jembatan putus, dan jalur darat tak dapat dilalui. Dalam situasi demikian, helikopter menjadi satu-satunya alat distribusi logistik yang efektif.
Yang tak kalah menarik perhatian adalah kabar bahwa Presiden Prabowo turut mengerahkan helikopter pribadinya demi mendukung kelancaran operasi kemanusiaan tersebut.
Informasi ini pertama kali diberitakan sejumlah media nasional dan kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat pemerintah.
Helikopter tersebut digunakan untuk mobilisasi cepat tim di lapangan serta pengiriman bantuan ke titik-titik yang sulit dijangkau.
Ia juga menekankan bahwa strategi penanganan bencana kali ini lebih mengutamakan percepatan distribusi bantuan untuk mencegah krisis logistik di lokasi yang terisolasi.
Baca Juga: SIMAK! 10 Syarat Pendaftaran CPNS 2026 Masih Dikaji Menkeu Purbaya untuk Kebutuhan ASN Baru
Selain helikopter, pemerintah juga mengirim pesawat angkut berat seperti A-400 Atlas dan Hercules yang membawa ratusan ton bantuan logistik ke titik utama pendistribusian.
Bantuan itu kemudian dibawa oleh helikopter menuju wilayah pedalaman yang tak dapat dijangkau kendaraan darat.
Di sisi lain, pengakuan Teddy menuai respons luas karena membuka fakta bahwa pemerintah sebenarnya telah bekerja jauh sebelum publik mengetahuinya.
Beberapa analis menilai, pengungkapan ini dapat meredam kritik dan menunjukkan bahwa koordinasi antara pusat dan daerah berjalan lebih solid dibanding yang terlihat di permukaan.
Namun, sejumlah warga Aceh berharap transparansi ini juga diikuti dengan pendataan korban dan kerusakan yang lebih akurat agar bantuan bisa tepat sasaran.
Mereka menegaskan bahwa yang terpenting adalah kesinambungan penanganan, bukan hanya penegasan bahwa pemerintah sudah bergerak sejak awal.
Meski demikian, pengiriman armada udara secara masif sejak minggu pertama bencana menjadi bukti nyata bahwa pemerintah mengambil langkah cepat.
Dengan kondisi cuaca yang belum stabil dan ancaman banjir susulan.
Peran helikopter masih akan menjadi tulang punggung operasi penyelamatan dan distribusi bantuan dalam beberapa pekan ke depan.***




