POJOKSATU.ID - Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan perkembangan penanganan korban banjir dan tanah longsor di Sumatra kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam laporannya, Rosan menyebut sebanyak 500 unit hunian sementara (huntara) telah rampung dan siap digunakan oleh warga terdampak bencana.

Laporan tersebut disampaikan Rosan saat berkunjung ke kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam.

Baca Juga: Satu Keluarga di Situbondo Ditemukan Tewas Dibunuh, Polisi Buru Pelaku

Informasi itu kemudian disampaikan kepada publik oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Sebanyak 500 hunian sementara sudah siap digunakan untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatra,” ujar Teddy menyampaikan isi laporan Rosan kepada Presiden, dikutip pojoksatu.id dari CNN Indonesia (29/12/2025).

Meski demikian, Rosan menjelaskan bahwa jumlah huntara yang telah selesai dibangun tersebut masih sebagian kecil dari target yang direncanakan pemerintah.

Baca Juga: Masih Perlukah Transmigrasi?

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 15 ribu unit hunian sementara bagi korban bencana alam di sejumlah wilayah terdampak.

Menurut Rosan, pembangunan huntara terus dikebut dan dilakukan secara bertahap.

Berbagai pemangku kepentingan terlibat dalam proses ini, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak swasta dan mitra terkait lainnya.

Baca Juga: Kemenhut Kebut Pembersihan Banjir Aceh Tamiang, Ratusan Personel dan alat berat Kerja Bereskan Kayu Gelondongan

“Hunian sementara lainnya akan menyusul diselesaikan. Proses pembangunan terus berjalan dan melibatkan banyak pihak,” jelasnya.

Hunian sementara ini disiapkan sebagai solusi cepat bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.

Pemerintah menilai keberadaan huntara sangat penting untuk memastikan korban bencana memiliki tempat tinggal yang layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Baca Juga: Kemenkeu Pastikan TPG THR Guru 100 Persen Cair Desember 2025, Ini Penjelasan Resmi dan Daerah Penerima

Selain sebagai tempat tinggal, huntara juga dirancang agar memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

Pemerintah berupaya memastikan warga terdampak dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman meski masih berada dalam situasi pemulihan pascabencana.

Presiden Prabowo Subianto, kata Teddy, memberikan perhatian serius terhadap percepatan penanganan korban bencana.

Baca Juga: Korsleting Diduga Picu Kebakaran Billboard Gedung Sarinah, Api Menjulang Bikin Panik!

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar target pembangunan hunian sementara dapat tercapai sesuai rencana.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir dan memberikan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.

Dengan percepatan pembangunan huntara, diharapkan beban psikologis dan sosial para korban dapat berkurang.

Baca Juga: Viral Penumpang Tegur Kenek Bus yang Ngorok Kencang, Responsnya Bikin Geram Netizen

Pemerintah juga memastikan proses pembangunan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Ke depan, pembangunan hunian tetap akan menjadi fokus lanjutan setelah fase tanggap darurat dan hunian sementara terpenuhi.***