POJOKSATU.ID - Banjir bandang sempat menerjang kawasan Objek Wisata Guci di Kabupaten Tegal dan menghebohkan masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi sehingga memicu luapan aliran sungai di sekitar kawasan wisata pemandian air panas tersebut.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang ekstrem membuat debit air sungai meningkat drastis.

Baca Juga: Dentuman Keras Pecah di Tengah Malam, Bus Pariwisata Terguling di Exit Tol Krapyak 15 Orang Tewas

Akibatnya, aliran sungai meluap dan membawa material lumpur serta batu yang mengalir deras ke area wisata.

“Curah hujan sangat tinggi sehingga sungai meluap dan menerjang kawasan wisata Guci,” ujar Ischak, dikutip pojoksatu.id dari instagram @pandemictalks (22/21/2025).

Luapan air tersebut sempat menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas wisata, terutama di area Pancuran 13 yang menjadi salah satu titik favorit pengunjung.

Baca Juga: CPNS 2026 Berpeluang Jadi Rekrutmen Terbesar? Indikasi Kebutuhan ASN Nasional Menguat

Material lumpur dan batu dilaporkan merusak beberapa infrastruktur penting, seperti pipa air panas dan kolam pemandian.

Meski demikian, Ischak menegaskan bahwa dampak banjir bandang tersebut bersifat sementara.

Setelah hujan mereda, debit air sungai berangsur turun dan kondisi kawasan wisata kini telah kembali normal.

Baca Juga: Perbedaan Tunjangan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu 2026, Mana yang Lebih Untung?

“Sekarang kondisinya sudah pulih. Aliran sungai kembali stabil setelah hujan berhenti,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjut Ischak, langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor untuk menangani dampak banjir.

Upaya perbaikan infrastruktur yang rusak pun telah dilakukan agar aktivitas wisata dapat kembali berjalan seperti semula.

Baca Juga: Syarat CPNS 2026 Berpotensi Berubah, Pelamar Wajib Waspada dari Sekarang, Simak Penjelasannya

Perbaikan difokuskan pada fasilitas vital yang terdampak, termasuk pipa air panas dan kolam pemandian, sehingga kenyamanan dan keselamatan wisatawan tetap terjamin.

Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh fasilitas akan segera berfungsi normal dalam waktu dekat.

Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bupati Ischak juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak khawatir untuk berkunjung ke Guci.

Baca Juga: Rakit Terbalik Saat Tinjau Banjir, Ini Profil dan Rekam Jejak Wagub Aceh

Ia menegaskan bahwa kawasan wisata tersebut aman dan tetap layak dikunjungi.

“Silakan tetap datang ke Guci. Kondisinya aman, meskipun ada beberapa fasilitas yang masih dalam tahap pemulihan,” ujarnya.

Menurutnya, momentum libur akhir tahun menjadi kesempatan penting bagi sektor pariwisata daerah untuk kembali bangkit.

Baca Juga: APBD Jadi Penentu Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2026! Adilkah? Begini Skemanya

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan kesiapan destinasi wisata, termasuk aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Wisata Guci sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Tegal dengan daya tarik utama pemandian air panas alami.

Setiap musim liburan, kawasan ini selalu dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan kondisi yang sudah kembali normal, pemerintah berharap kepercayaan wisatawan tetap terjaga.

Bupati Ischak menekankan bahwa kejadian banjir bandang tersebut merupakan faktor alam yang tidak bisa dihindari, namun penanganannya dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.***