POJOKSATU.id - Insiden rakit terbalik yang dialami Wakil Gubernur Aceh saat meninjau lokasi banjir baru-baru ini menjadi perhatian publik.

Namun di balik peristiwa tersebut, terdapat rekam jejak panjang Fadhlullah sebagai figur politik yang terbiasa berada di lapangan dan memiliki pengalaman panjang di pemerintahan serta parlemen nasional.

Fadhlullah bukan sosok baru dalam dunia politik Aceh.

Baca Juga: 7 Alasan Industri Waralaba Membutuhkan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal

Ia lahir dan tumbuh di Kabupaten Pidie, wilayah yang menjadi bagian penting dari dinamika sosial dan politik Aceh.

Latar belakang ini membentuk kedekatannya dengan persoalan masyarakat akar rumput, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terdampak konflik maupun bencana.

Sebelum menjabat Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah memiliki pengalaman panjang di parlemen nasional.

Baca Juga: OTT KPK Berubah Mencekam, Ternyata Jaksa Nekat Tabrak Petugas Demi Kabur, Begini Faktanya

Ia tercatat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024, mewakili daerah pemilihan Aceh.

Di DPR RI, ia terlibat dalam pembahasan berbagai kebijakan strategis, termasuk penganggaran.

Hubungan pusat dan daerah, serta isu pertahanan dan ekonomi sesuai penugasan alat kelengkapan dewan.

Baca Juga: Bocoran Sistem Seleksi CPNS 2026, Masih Pakai CAT atau Skema Baru? Ini Penjelasan Resminya

Pengalaman sebagai legislator nasional menjadi modal penting saat ia memasuki pemerintahan daerah.

Pemahaman tentang mekanisme anggaran negara, lobi kebijakan, serta koordinasi lintas kementerian menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Hal ini terlihat dari perannya dalam mendampingi gubernur memperkuat hubungan Aceh dengan pemerintah pusat.

Di tingkat daerah, Fadhlullah juga memiliki rekam jejak organisasi dan kepemimpinan politik.

Baca Juga: APBD Jadi Penentu Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2026! Adilkah? Begini Skemanya

Ia lama aktif dalam struktur partai dan organisasi kepemudaan di Aceh, yang mengasah kemampuannya membangun jaringan serta mengelola dinamika politik lokal.

Konsistensi ini membuatnya tidak datang tiba-tiba ke posisi Wakil Gubernur, melainkan melalui proses politik yang panjang.

Sejak dilantik sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2025–2030, Fadhlullah dikenal aktif turun langsung ke lapangan.

Baca Juga: 7 Alasan Industri Waralaba Membutuhkan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal

Ia kerap mendampingi penanganan bencana, meninjau infrastruktur, serta bertemu langsung dengan masyarakat.

Insiden rakit terbalik saat meninjau banjir justru memperlihatkan pola kerja tersebut bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar simbolik.

Dalam konteks kepemimpinan daerah, pendekatan lapangan menjadi penting di Aceh yang memiliki tantangan geografis dan risiko bencana cukup tinggi.

Baca Juga: Bocoran Sistem Seleksi CPNS 2026, Masih Pakai CAT atau Skema Baru? Ini Penjelasan Resminya

Kehadiran langsung pimpinan daerah sering kali menjadi faktor penentu dalam percepatan penanganan dan pengambilan keputusan.

Rekam jejak Fadhlullah menunjukkan kesinambungan peran dari aktivisme lokal, legislator nasional, hingga kini sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Insiden di sungai tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari gambaran lebih besar tentang gaya kepemimpinan yang dibangun melalui pengalaman panjang.

Dan keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Bagi publik Aceh, sosok Wakil Gubernur dengan latar belakang lapangan dan parlemen memberi harapan pada kepemimpinan yang memahami persoalan dari dua sisi

Kebijakan dan realitas di lapangan.***