POJOKSATU.id - Jagat olahraga nasional mendadak heboh setelah juara dunia jetski, Aero Sutan Aswar.

Mengungkap fakta mengejutkan di balik prestasinya meraih medali emas SEA Games 2025 di Thailand. Bukan hanya soal kemenangan dramatisnya.

Tetapi karena ia mengaku bertanding menggunakan jetski sewaan yang harus dibayar sendiri, tanpa dukungan pendanaan dari pemerintah maupun Kemenpora.

Baca Juga: Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Ditolak, Pemkot Medan Kembalikan di Tengah Krisis Banjir

Aero menjuarai nomor endurance open jetski dengan torehan 1.132 poin, unggul tipis dari atlet Thailand yang menjadi tuan rumah.

Prestasi itu menjadi salah satu emas penting bagi Indonesia.

Namun di balik euforia, publik justru dikejutkan oleh pengakuan Aero yang seketika viral di media sosial dan diberitakan media nasional.

Baca Juga: Daftar Hitam Bupati yang Ditangkap KPK Sepanjang 2025, Nama Besar Berguguran, Ini Deretannya!

Setiba di Tanah Air, Aero melontarkan pernyataan yang langsung memicu sorotan tajam.

“Kenapa mandiri? Itu bisa tanyakan kepada yang tidak memberikan duit,” ujarnya dikutip pojoksatu.id dari detiksports.

merujuk pada absennya dukungan dana pelatnas maupun fasilitas yang seharusnya diterima atlet peraih medali internasional.

Baca Juga: Tahun Baru dari Sudut Pandang Anak, Hal-Hal Kecil yang Mereka Ingat

Fakta di lapangan semakin memicu kehebohan. Untuk tampil di SEA Games, Aero dan timnya harus menyewa jetski dari Pattaya.

Biaya sewa tersebut ditanggung sendiri oleh atlet dan tim, bukan oleh kontingen resmi.

Padahal jetski merupakan alat vital yang membutuhkan persiapan teknis, setting mesin, hingga penyesuaian performa.

Dengan memakai jetski sewaan, Aero mengaku tidak bisa mengatur setelan optimal yang biasa digunakan di kejuaraan dunia.

Meski begitu, ia tetap berhasil menaklukkan medan lomba dan mengalahkan atlet Thailand di rumah sendiri.

Baca Juga: Daftar Hitam Bupati yang Ditangkap KPK Sepanjang 2025, Nama Besar Berguguran, Ini Deretannya!

Apa yang diungkap Aero diperkuat laporan sejumlah media.

Tidak adanya dana pelatnas dari Kemenpora untuk tim jetski membuat persiapan serba mandiri.

Tak hanya soal alat, tetapi juga logistik, akomodasi, hingga beberapa kebutuhan teknis yang seharusnya ditanggung negara ketika atlet dipanggil membawa nama Indonesia.

Baca Juga: Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Ditolak, Pemkot Medan Kembalikan di Tengah Krisis Banjir

Ironi ini semakin kontras mengingat Aero sudah tiga kali menjadi juara dunia jetski.

Menjadikannya salah satu atlet berprestasi internasional yang seharusnya mendapat perhatian serius.

Namun justru pada ajang resmi multi-event seperti SEA Games, ia harus berjuang tanpa dukungan fasilitas memadai.

Baca Juga: Tahun Baru dari Sudut Pandang Anak, Hal-Hal Kecil yang Mereka Ingat

Reaksi publik di media sosial pun memuncak. Banyak yang mempertanyakan prioritas anggaran olahraga negara.

Terutama ketika atlet berkaliber dunia masih harus berjuang dengan biaya pribadi.

Sebagian warganet menyebut sindiran Aero sebagai “wake-up call” bagi Kemenpora.

Sementara lainnya menilai ini sebagai gambaran lemahnya pembinaan cabang olahraga non-mainstream di Indonesia.

Di tengah kontroversi, Aero tetap merendah. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah prestasi dan kontribusinya untuk Merah Putih.

Namun ia juga menekankan bahwa persoalan dana dan fasilitas harus dibenahi jika Indonesia ingin bersaing di level internasional.

Baca Juga: Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Ditolak, Pemkot Medan Kembalikan di Tengah Krisis Banjir

Kasus yang dialami Aero kembali membuka diskusi besar soal kesenjangan dukungan pemerintah terhadap cabang olahraga tertentu.

Jetski, yang sebenarnya telah menyumbang prestasi dunia, belum sepenuhnya mendapat tempat dalam sistem pembinaan nasional.

Sindiran Aero yang viral kini menjadi tekanan publik agar Kemenpora memberikan jawaban dan evaluasi terbuka.

Baca Juga: Tahun Baru dari Sudut Pandang Anak, Hal-Hal Kecil yang Mereka Ingat

Meski kontroversi belum mereda, satu hal yang tidak terbantahkan adalah keberanian Aero memperjuangkan suara atlet.

Di balik emas yang ia raih dengan penuh kerja keras, ada pesan besar tentang pentingnya dukungan berkeadilan bagi semua cabang olahraga.

Aero telah memberikan emas untuk Indonesia, namun kini giliran pemerintah membuktikan dukungannya.***