POJOKSATU.ID - Siapa sangka, tindakan yang dulu dianggap aneh dan bahkan dicap sinting justru berujung pada pengakuan negara.
"Daim, warga Lumajang, Jawa Timur, membuktikan bahwa keteguhan dan konsistensi mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan", tulis akun Instagram @Kompascom, Rabu 17 Desember 2025, seperti dikutip pojoksatu.id.
Upayanya menanam pinang di kawasan hutan lereng Gunung Lemongan kini terbukti menyelamatkan wilayah tersebut dari banjir dan kerusakan alam.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Puluhan tahun lalu, Daim memilih jalan yang tidak lazim. Saat banyak orang memanfaatkan hutan secara berlebihan, ia justru menanam pohon pinang di kawasan hutan Lemongan.
Pilihan itu menuai cibiran. Tak sedikit warga yang mempertanyakan niatnya, bahkan menganggap Daim tidak waras karena menanam pinang di area yang dianggap tidak menguntungkan secara cepat.
Namun Daim bergeming. Ia tetap merawat tanaman-tanaman tersebut dengan keyakinan bahwa hutan yang hijau akan memberikan manfaat jangka panjang.
Baca Juga: Bukan Cuma Dirut! Polisi Buka Peluang Tersangka Baru di Tragedi Terra Drone
Tahun demi tahun berlalu, kawasan yang semula rawan longsor dan banjir perlahan berubah. Lereng Gunung Lemongan mulai tertutup vegetasi yang lebih rapat dan stabil.
Manfaatnya pun mulai dirasakan warga sekitar. Aliran air menjadi lebih terkendali, banjir bandang yang dulu kerap mengancam permukiman berangsur berkurang, dan tanah menjadi lebih subur.
Keberadaan pohon pinang tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.
Baca Juga: Bencana Alam Sumatera: Ketika Alam Bersuara, Kita Diuji Nurani
Upaya Daim menghijaukan hutan Lemongan dilakukan secara konsisten selama puluhan tahun, tanpa sorotan dan tanpa dukungan besar.
Ia bergerak dengan keyakinan pribadi bahwa menjaga alam adalah investasi masa depan.
Ketika hasilnya mulai terlihat nyata, pandangan warga pun berubah. Sosok yang dulu diremehkan kini dihormati.
Baca Juga: Bencana Alam Sumatera: Ketika Alam Bersuara, Kita Diuji Nurani
Pengakuan tertinggi akhirnya datang dari negara. Daim dianugerahi Kalpataru, penghargaan prestisius bagi individu yang berjasa dalam pelestarian lingkungan hidup.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa apa yang dilakukannya bukanlah tindakan sia-sia, melainkan kontribusi besar bagi kelestarian alam dan keselamatan masyarakat.
Kisah Daim menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu datang dari kebijakan besar atau proyek raksasa.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Oleh-Oleh dan Kuliner Viral Surabaya yang Wajib Dicoba Saat Liburan Akhir Tahun
Ketekunan satu orang dengan niat tulus bisa memberikan dampak luar biasa. Lereng Gunung Lemongan kini menjadi contoh bagaimana penghijauan mampu menjadi solusi alami untuk mencegah bencana.
Cerita ini juga menegaskan pentingnya menjaga hutan sebagai benteng alami dari bencana ekologis.
Apa yang dilakukan Daim menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang hasilnya bisa dirasakan lintas generasi.***




