POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkap korban banjir bandang dan longsor di Sumatera meliputi siswa, guru dan sekolah.

Sebanyak 276.249 siswa terdampak, sementara guru yang terdampak ada sekitar 25.936 orang dan ruangan kelas yang rusak sebanyak 6.431 unit.

Data ini disampaikan Abdul Mu’ti kepada Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Bogor Punya Sekolah Baru, Wali Kota Bogor Resmikan SDN Duta Pakuan

Di hadapan Prabowo, Mu'ti juga menyampaikan bahwa jumlah kelas yang rusak secara keseluruhan ada 6.431 dan jumlah kerusakan yang lainnya 3.489 unit terdiri laboratorium, perpustakaan, UKS, tempat ibadah, dan sebagian IFP.

Mu'ti melaporkan, siswa yang terdampak dari semua jenjang sekolah secara keseluruhan di tiga provinsi mencapai 276.249 orang.

Sementara guru yang terdampak ada sekitar 25.936 dan kebutuhan ruang kelas darurat ada 2.873 unit.

Sejauh ini, lanjut Mu'ti, Kemendikdasmen telah memberikan bantuan dalam bentuk barang, yakni 148 unit tenda ruang kelas darurat, 15.000 school kit, 7.500 bingkisan anak, 2.000 sepatu, 700 family kit, dan 65.000 eksemplar buku teks dan non-teks.

Baca Juga: Pusat Kirim Uang Rp20 M Buat Provinsi Terdampak Bencana di Sumatera, Kabupaten Kota Terima Rp4 M

"Untuk bantuan dalam bentuk uang, Rp 21,1 miliar dari anggaran eksisting yang kami miliki sekarang ini, Rp 18,53 miliar dari anggaran revisi. Tunjangan khusus guru di daerah bencana Rp 35 miliar dari anggaran revisi," jelasnya.

"Kebutuhan perlengkapan pembelajaran atau school kit 141.335 dan perlengkapan keluarga atau family kit 16.239," katanya lagi.

Dia juga mengungkap bahwa banyak IFP (Interactive Flat Panel/papan interaktif digital) atau smartboard yang rusak karena banjir dan longsor.

"IFP sudah sampai, hanya memang sebagiannya terendam oleh banjir sehingga tidak bisa lagi digunakan," kata Mu'ti.

Mu'ti meminta adanya kebijakan baru dari Prabowo menyangkut IFP yang sudah rusak itu.***