POJOKSATU.id, JAKARTA— Pemerintah Pusat telah mengirimkan uang ke kas masing-masing daerah bantuan belanja tak terduga (BTT) untuk tiga provinsi dan 52 kabupaten kota di utara Pulau Sumatera.
Bantuan ini sebesar Rp 60 miliar untuk tiga provinsi yaitu Sumut, Sumbar dan Aceh. Sementara 52 kabupaten kota di tiga provinsi ini menerima Rp208 miliar.
Sehingga setiap provinsi menerima Rp20 miliar, sementara setiap kabupaten kota menerima Rp 4 miliar saja.
Data pengiriman uang ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
"Kemudian untuk anggaran BTT yang Bapak sudah tambahkan, totalnya Rp 268 miliar," kata Tito dalam rapat itu.
Menurut Tito, anggaran BTT tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing daerah. Kemendagri sudah mencek dimana dalam tiga hari, uang itu sudah masuk.
“Terima kasih kepada Pak Mensesneg yang langsung bergerak cepat Pak, langsung ke rekening Pak. Karena memang semuanya masih jalan Pak perbankannya," ucap dia.
Tito juga merinci sebaran uang ini, dimana Rp 60 miliar untuk tiga provinsi atau masing-masing provinsi dapat Rp 20 miliar.
Baca Juga: 14 Korban Bencana di Tapanuli Selatan Belum Ditemukan, Material Kayu dan Pohon Hambat Pencarian
Sementara 52 kabupaten kota mendapat kucuran Rp208 miliar atau masing-masing kabupaten kota hanya mendapat Rp4 miliar.
"Jadi, ada Rp 60 miliar untuk tiga provinsi, kemudian Rp 208 miliar untuk 52 kabupaten dan kota. Semuanya sudah masuk," ujar Tito.
Tito menuturkan, Kemendagri memberikan arahan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan individual.
Sebab, menurut dia, kebutuhan pokok sudah dikirimkan dari pemerintah pusat.
"Kami sudah memberikan arahan bahwa itu utamanya untuk kebutuhan individual, Pak. Yang seperti dari pusat memang banyak membantu yang pokok, beras, minyak goreng, dan lain-lain," ujar Tito.
"Tapi, yang kecil-kecil seperti pakaian, sabun, sampo, keperluan wanita, keperluan bayi, dan itu yang kami arahkan kepada mereka untuk utamanya, itu, Pak," katanya.***




