POJOKSATU.id- Banjir bandang susulan kembali menerjang kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (14/12/2025) sore, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti.

Debit air Sungai Batu Busuk meningkat tajam hanya dalam hitungan menit hingga akhirnya meluap dan menghantam permukiman warga.

Akibat peristiwa itu, delapan orang dilaporkan terjebak di tengah arus deras sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tim penyelamat.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Banjir datang mendadak sekitar pukul 16.00 WIB ketika sebagian warga masih berada di luar rumah untuk menyelamatkan barang-barang.

Air yang semula hanya menggenang berubah menjadi arus bandang yang menyeret material kayu dan lumpur pekat.

Situasi kritis membuat sejumlah warga tak sempat melarikan diri dan memilih berlindung di bangunan terdekat.

Baca Juga: Guru Pejuang Digital vs Guru Penggerak Ramai Dibahas! Pro Kontra Tugas Tambahan Menguat, Hak Siswa Diingatkan

Salah satu yang terjebak adalah remaja berusia 16 tahun bernama Feby. Ia dilaporkan terisolasi di sebuah rumah warga tak jauh dari bantaran sungai.

Kondisi arus yang terus meninggi membuatnya tidak bisa berpindah tempat tanpa risiko terseret.

Empat warga lain di RT berbeda juga terjebak di bagian permukiman yang sudah dikepung arus dari dua arah.

Baca Juga: Guru Pejuang Digital vs Guru Penggerak Ramai Dibahas! Pro Kontra Tugas Tambahan Menguat, Hak Siswa Diingatkan

Tim SAR Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan.

Setiba di kawasan Batu Busuk, tim mendapati arus sungai telah memasuki jalan utama dan menghambat akses pergerakan.

Petugas menggunakan tali penyeberangan dan perahu fiber berdaya rendah untuk mencapai titik-titik warga yang terisolasi.

Evakuasi berlangsung dalam tekanan besar karena hujan tidak mereda. Setiap langkah tim SAR di tengah arus harus diperhitungkan untuk menghindari jatuhnya korban tambahan.

Baca Juga: DPR RI Desak Pemerintah Kaji Pengangkatan PPPK Jadi PNS untuk Guru dan Nakes, Simak Lengkapnya

Upaya penyelamatan dilakukan bertahap, dimulai dari rumah paling dekat dengan sungai, tempat lima warga terjebak di lantai dua.

Pada sekitar pukul 17.15 WIB, petugas berhasil mengevakuasi kelompok pertama. Tak lama kemudian, tim kedua bergerak menuju lokasi kedua yang terjebak di bangunan setinggi satu lantai.

Kondisi arus di titik tersebut lebih kuat akibat pertemuan dua aliran sungai kecil.

Baca Juga: Guru Pejuang Digital vs Guru Penggerak Ramai Dibahas! Pro Kontra Tugas Tambahan Menguat, Hak Siswa Diingatkan

Petugas membutuhkan waktu hampir 30 menit untuk memasang tali pengaman agar korban bisa ditarik ke lokasi aman.

Seluruh warga akhirnya dapat dievakuasi dengan selamat menjelang pukul 18.00 WIB.

Mereka langsung dibawa ke pos pengungsian sementara untuk pemeriksaan kondisi dan pendataan awal.

Baca Juga: DPR RI Desak Pemerintah Kaji Pengangkatan PPPK Jadi PNS untuk Guru dan Nakes, Simak Lengkapnya

Tidak ada laporan korban luka berat, namun sebagian warga mengalami hipotermia ringan akibat terpapar air dingin dalam waktu lama.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Andre Algamar, yang turut memantau proses evakuasi, menyampaikan apresiasi kepada tim penyelamat yang bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem.

Ia juga mengimbau seluruh warga di kawasan Batu Busuk dan daerah rawan lain agar tetap siaga terhadap kemungkinan banjir bandang susulan dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Intensitas hujan yang masih tinggi membuat ancaman tersebut belum sepenuhnya mereda.

Menurut analisis sementara BPBD Padang, banjir bandang susulan ini dipicu curah hujan ekstrem yang terjadi sejak akhir pekan.

Debit air di hulu meningkat cepat karena tingginya intensitas hujan dan kondisi tanah yang jenuh air.

Baca Juga: Guru Pejuang Digital vs Guru Penggerak Ramai Dibahas! Pro Kontra Tugas Tambahan Menguat, Hak Siswa Diingatkan

“Kondisi cuaca saat ini masih fluktuatif dan berpotensi memicu banjir bandang berikutnya,” ujar seorang pejabat BPBD Padang dalam keterangannya.

Batu Busuk merupakan salah satu kawasan yang berada dekat aliran sungai berbatu dengan kontur dataran menurun.

Ketika hujan deras terjadi di hulu, aliran air dapat berlipat ganda dalam waktu sangat singkat.

Baca Juga: Guru Pejuang Digital vs Guru Penggerak Ramai Dibahas! Pro Kontra Tugas Tambahan Menguat, Hak Siswa Diingatkan

Kondisi tersebut membuat banjir bandang menjadi ancaman berulang bagi warga setempat.

Hingga malam hari, petugas masih melakukan pemantauan debit sungai dan mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk mengungsi sementara jika hujan kembali turun.

Pemerintah Kota Padang menegaskan akan terus mengaktifkan sistem peringatan dini dan meningkatkan kesiagaan tim penyelamat.

Baca Juga: GPD Angkatan Pertama Resmi Dimulai! 1.450 Guru Terpilih Jalani Pendampingan Intensif, Tapi Mengapa Banyak Guru Justru Mengkritik Program Ini?

Mengingat wilayah ini masuk daftar titik banjir bandang dengan risiko tinggi.***