POJOKSATU.id - Kecelakaan mobil operasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi, 11 Desember 2025, memunculkan perhatian luas publik.
Insiden yang menyebabkan sejumlah siswa dan guru terluka ini diduga kuat terjadi akibat kesalahan pengemudi yang salah menginjak pedal.
Hal tersebut menjadi fokus penyelidikan kepolisian setelah memeriksa keterangan awal sopir dan saksi di lokasi.
Baca Juga: Tips Liburan Tetap Seru Meski Musim Hujan Mulai Turun
Kejadian bermula sekitar pukul 06.30–07.00 WIB.
Berdasarkan laporan BeritaSatu, Detik, dan rekaman video yang beredar, mobil MBG memasuki halaman sekolah dari arah gerbang tanpa tanda-tanda pengereman.
Saat itu, siswa SDN 01 Kalibaru tengah berbaris menjelang kegiatan pagi.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! 3.045 PPPK Paruh Waktu Kendari Kini Nikmati THR dan Gaji 13 Layaknya ASN
Tiba-tiba, kendaraan melaju lurus ke arah kerumunan dan menyapu barisan depan yang berisi sejumlah siswa dan guru.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat mobil melaju cepat ke lapangan sekolah, sementara suara jeritan terdengar bersahut-sahutan.
Situasi berubah mencekam ketika anak-anak mulai berlarian menghindari kendaraan.
Baca Juga: Tips Liburan Tetap Seru Meski Musim Hujan Mulai Turun
Para guru dan warga sekitar langsung menolong korban yang tergeletak dan memindahkannya ke area aman sebelum dibawa ke rumah sakit.
Polres Metro Jakarta Utara memastikan bahwa sopir mobil telah diamankan tak lama setelah kejadian.
Mengutip laporan VOI dan CNN Indonesia, dugaan sementara polisi mengarah pada kesalahan pengemudi yang diduga salah menginjak pedal menekan gas bukannya rem.
Analisis ini merujuk pada pola laju mobil yang tidak melambat sama sekali sejak memasuki lingkungan sekolah hingga menghantam barisan siswa.
Sejumlah korban luka langsung dilarikan ke RSUD Cilincing dan RSUD Koja.
Baca Juga: Publik Heboh Ajak Beli Hutan, Nusron Tampil Tegas Hutan Itu Bukan Barang Dagangan!
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sedikitnya dua siswa mengalami luka serius dan memerlukan penanganan intensif.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan penuh serta pendampingan lanjutan.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa kegiatan pagi berjalan normal sebelum insiden terjadi.
Mobil MBG, yang biasanya berhenti di titik pengantaran bahan makanan, justru melaju jauh ke dalam hingga mencapai area tengah lapangan.
Guru-guru yang berada di dekat barisan depan sempat mencoba melindungi siswa, namun jarak kendaraan yang terlalu dekat membuat beberapa anak tak sempat menghindar.
Kepolisian kini memeriksa lebih lanjut rekaman CCTV sekolah, kondisi teknis kendaraan, dan latar belakang pengemudi.
Baca Juga: Tips Liburan Tetap Seru Meski Musim Hujan Mulai Turun
Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah kecelakaan disebabkan murni kelalaian manusia atau ada faktor lain seperti masalah rem atau gangguan mekanis.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi mata termasuk guru dan petugas sekolah.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang setiap pagi mengirimkan menu ke sekolah-sekolah.
Namun, insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan pengantaran makanan, terutama di lingkungan sekolah dasar yang dipenuhi aktivitas anak-anak pada pagi hari.
Pemerintah DKI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP pengantaran MBG.
Hingga artikel ini ditulis, aparat kepolisian masih menyusun kronologi final dan hasil investigasi teknis kendaraan.
Baca Juga: Warga Keluhkan RS Hastien Karawang: Salah Obat hingga Pasien BPJS Tak Ditangani
Proses hukum akan berjalan sesuai hasil penyelidikan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka jika kelalaian terbukti terjadi.***




