POJOKSATU.ID - Duka mendalam dirasakan seorang peternak kambing di Aceh setelah banjir bandang yang menerjang wilayahnya menyapu habis seluruh ternak yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya.
Pemandangan memilukan itu membuat sang peternak tak mampu berkata apa pun. Ia hanya terdiam, kebingungan, dengan kesedihan yang begitu jelas tergambar di wajahnya.
Banjir bandang yang terjadi akibat hujan ekstrem beberapa hari terakhir tidak hanya merendam rumah-rumah warga.
Baca Juga: Deretan 10 Kampus yang Lulusannya Paling Gampang Tembus CPNS 2026, Urutan Pertamanya Tak Terduga
Arus deras yang membawa lumpur, batu, dan kayu-kayu besar juga menghantam kandang-kandang ternak yang berada di pinggiran desa.
Ratusan hewan ternak milik warga dilaporkan hilang atau ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, termasuk milik peternak malang tersebut.
Menurut warga sekitar, pria itu dikenal sebagai sosok pekerja keras. Kambing-kambing yang dipeliharanya bukan sekadar hewan ternak, tetapi hasil jerih payah bertahun-tahun.
Baca Juga: Viral! Pria Diduga ODGJ Umumkan Kiamat Pakai Toa Masjid, Warga Sampang Langsung Kocar Kacir
Setiap pagi ia merawat, memberi makan, dan membersihkan kandang dengan penuh kesabaran.
Ternak itulah yang ia jadikan sumber pemasukan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.
Namun semua itu lenyap dalam sekejap. Setelah banjir surut, ia mendatangi kandang yang biasa ia rawat dengan penuh cinta.
Baca Juga: Suara Guru Honorer! 5 Hal untuk Pemerintah, Jangan Abaikan Kami dalam Penataan Tahun 2026
Yang tersisa hanyalah puing-puing kayu, sisa lumpur yang mengeras, dan tubuh-tubuh kambing yang tergeletak tak bernyawa.
“Tak sanggup dia bicara. Hancur kali hatinya,” ujar seorang tetangga.
Para tetangga bercerita bahwa saat menemukan ternaknya, pria itu sempat terduduk di tanah yang masih basah oleh lumpur.
Tangannya memegang kepala salah satu kambingnya yang sudah mati sambil menatap kosong ke arah sisa kandang.
Suasana hening menyelimuti lokasi, membuat momen itu semakin menggugah hati siapa pun yang menyaksikannya.
Kehilangan ternak bukan hanya berarti kehilangan aset fisik, tetapi juga hilangnya harapan untuk bangkit dalam waktu dekat.
Di daerah pedesaan seperti wilayah yang dilanda banjir ini, ternak adalah modal utama untuk memutar roda ekonomi keluarga.
Baca Juga: Jika Penataan 2026 Berjalan Lancar, Ini Daftar Hak Baru yang Bisa Diterima Guru Honorer
Banyak peternak menggantungkan hidup dari penjualan kambing untuk membayar kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan rumah hingga biaya sekolah anak.
Bencana ini memunculkan kekhawatiran baru bagi masyarakat. Mereka berh
arap pemerintah daerah segera memberikan bantuan, baik berupa ternak pengganti, pakan darurat, maupun perbaikan akses jalan yang rusak.
Sebab jika tidak, banyak keluarga akan terpuruk lebih lama karena kehilangan sumber nafkah.
Relawan dan aparat setempat telah melakukan pendataan kerugian.
Baca Juga: Lewat Program TAMASYA, Pertamina Regional JBB Dorong Orang Tua Aktif Dukung Tumbuh Kembang Anak
Beberapa organisasi kemanusiaan mulai menyalurkan bantuan, namun jumlahnya belum mampu menutupi besarnya kerugian yang dialami warga, terutama para peternak kecil.
Di tengah kepedihan yang dirasakannya, sang peternak masih berusaha tegar. Tetangga dan keluarga terus memberikan dukungan agar ia tidak patah semangat.
“Ini berat, tapi dia orang kuat. Mudah-mudahan ada rezeki lain datang,” kata seorang warga.
Banjir bandang mungkin telah merenggut kambing-kambing yang menjadi sumber hidupnya, namun harapan untuk bangkit belum padam.
Kini yang dibutuhkan adalah uluran tangan, perhatian, dan langkah cepat agar para peternak Aceh dapat kembali berdiri setelah diterjang bencana.***



.webp)
