POJOKSATU.id, ACEH— Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkap fakta mengejutkan terkait sosok seorang bupati di sana yang lari ke Medan cari hiburan karaokean di tengah bencana banjir saat ini.
Sosok bupati tak punya empati ini disampaikan Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, saat diwawancarai wartawati senior Najwa Shihab seperti dilihat di You Tube Najwa Shihab, Selasa (9/12).
Mualem menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah bupati di Aceh.
Pada mulanya Najwa menyinggung pernyataan Mualem sebelumnya yang meminta para kepala daerah tidak menyerah dalam menghadapi bencana.
Baca Juga: Banten Buka Donasi untuk Bencana Sumatra Sampai Aceh, Posko Siaga 24 Jam
Mualem lalu menjelaskan bahwa ada bupati yang justru tidak menunjukkan sikap sebagai pemimpin di saat rakyatnya membutuhkan, padahal mereka dipilih oleh rakyat.
“Kenapa ketika terjadi kejadian begini mereka kewalahan, seperti acuh tak acuh, tidak ada tanggung jawab” ujar Mualem tegas.
Mualem kemudian menyampaikan pernyataan keras tentang sikap sejumlah kepala daerah itu.
"Lantas gimana kita garis bawahi supaya kalau ada bupati cengeng seperti itu balik kanan aja, buat apa. Ya seperti itulah memimpin rakyat, tidak fokus, tidak dapat ada tanggung jawab," katanya.
Baca Juga: Teringat Korban Banjir, Gubernur Muzakir Manaf Kedua Kalinya Menangis Melihat Bencana Aceh
Bukan hanya mengungsi menyelamatkan diri sendiri dan umrah, menurut Mualem ada juga bupati yang asyik karaoke ke Medan saat warga Aceh kesusahan akibat bencana.
“Di masa begini-begini dia lari ke Medan lah, karaoke lah,” ungkap Mualem.
Najwa yang mendengarkan penjelasan tersebut terlihat terkejut ketika Mualem menambahkan bahwa ada pejabat daerah yang malah pergi bersenang-senang.
Najwa sempat terkejut dengan pengakuan tersebut.
“Ada yang karaoke, Mualem?” tanya Najwa.
“Ya, itulah lebih kurang,” jawab Mualem sambil menggeleng.
Menurut Mualem, di saat rakyat sedang berjuang menyelamatkan diri dari banjir, para pemimpin seharusnya justru berada di tengah masyarakat, bukan meninggalkan daerah atau memilih hiburan.
Ia menegaskan bahwa pemimpin daerah harus hadir, turun langsung, dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
“Mereka dipilih untuk melayani rakyat, bukan lari ketika rakyat kesusahan,” ujar Mualem.
Sementara itu, sesuai data resmi Basarnas, hingga Selasa (9/12/2025) pukul 08.00 WIB, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 389 jiwa dan 56 orang lainnya masih dalam pencarian di Aceh.***




