POJOKSATU.ID - Pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang menyebut pemulihan listrik di Aceh telah mencapai 93 persen menuai reaksi keras dari warga.

Pasalnya, kondisi lapangan yang dikirim langsung oleh masyarakat menunjukkan keadaan yang jauh berbeda banyak wilayah masih gelap total, terutama yang terdampak banjir dan longsor paling parah.

Klarifikasi kemudian datang dari Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, yang menyampaikan bahwa pernyataan Bahlil justru membuat masyarakat kecewa dan merasa diabaikan.

Baca Juga: Gedung Terra Drone Cempaka Baru Kemayoran Terbakar, 18 Orang Dikabarkan Tewas, 3 Orang Masih Dicari

Menurutnya, klaim tersebut tidak sesuai dengan data resmi maupun kondisi lapangan yang sedang dihadapi warga Aceh sejak bencana besar melanda minggu lalu.

Muhammad MTA menjelaskan bahwa suplai listrik Aceh sama sekali belum mencapai 90 persen, bahkan angka 93 persen dianggap tidak realistis.

Berdasarkan laporan teknis PLN serta koordinasi pemerintah daerah, pemulihan listrik Aceh secara keseluruhan baru menyentuh 60–70 persen pada jaringan menengah.

Baca Juga: KPAI Kota Ambon, Komitmen Nyata Melindungi Anak di Maluku

Sementara itu, Banda Aceh—yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan bahkan masih berada pada angka 35–40 persen yang menyala.

Ia menegaskan bahwa situasi pemulihan sangat bergantung pada penyelesaian pasokan tegangan tinggi dari Arun.

Jika perbaikan selesai hari ini atau besok, barulah peluang untuk menormalkan suplai di Banda Aceh mencapai 100 persen.

Baca Juga: Nopan, Buruh Tandur Karawang yang Viral, Kini Dibantu Pemdes Sampalan

“Jaringan tegangan rendah sebenarnya tidak banyak masalah, tapi suplai tegangan tinggi masih terkendala,” jelasnya.

Kondisi jauh lebih berat dialami wilayah yang porak-poranda akibat banjir besar seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Untuk daerah-daerah ini, pemulihan arus menengah masih berada di bawah 40 persen, membuat ribuan warga masih mengandalkan genset darurat atau hidup dalam kegelapan.

Baca Juga: MKKS SMA Negeri Karawang Beri Bantuan untuk Korban Banjir Karangligar

Sementara itu, wilayah Lhokseumawe menunjukkan progres lebih baik dengan capaian sekitar 75 persen, dan kawasan barat selatan Aceh berada di kisaran 70–80 persen.

Kendati demikian, angka tersebut tetap jauh dari klaim 93 persen yang disampaikan Bahlil.

Muhammad MTA juga menyoroti bahwa pernyataan yang tidak sesuai fakta dapat menimbulkan resistensi terhadap petugas PLN di lapangan.

Baca Juga: Respons Bahlil Soal Kelangkaan BBM Dinilai Blunder, Sindir Tukang Pijat dan Jual Es Kopi Bikin Publik Geram

Para teknisi PLN masih bekerja siang dan malam dalam kondisi berat, mulai dari medan berlumpur hingga jaringan yang runtuh diterjang banjir.

Pernyataan berlebihan dari pejabat pusat, menurutnya, berpotensi memicu konflik dengan warga yang merasa pemerintah pusat tidak memahami penderitaan mereka.

Warga Aceh sendiri ramai mengunggah video kondisi lingkungan mereka yang masih gelap, untuk menunjukkan bahwa klaim 93 persen sangat jauh dari kenyataan.

Baca Juga: Insentif GBPNS Tahap 2 Sudah Dicairkan, Namun Banyak Guru Mengaku Saldo Masih Kosong

Kegelapan di sejumlah kecamatan bukan hanya menyulitkan aktivitas malam hari, tetapi juga menghambat evakuasi dan distribusi bantuan.

Hingga artikel ini ditayangkan, Bahlil belum memberikan klarifikasi lanjutan soal disparitas data tersebut.

Namun reaksi publik menunjukkan bahwa warga Aceh menginginkan informasi yang akurat dan tidak berlebihan, terutama dalam situasi krisis.***