POJOKSATU.id – Isu adanya mayat di dalam mobil-mobil yang terendam banjir di Aceh Tamiang langsung membuat warga geger.
Narasi itu menyebar begitu cepat di media sosial, memancing kepanikan dan beragam spekulasi.
Banyak yang meyakini bau menyengat dari area banjir berasal dari jenazah yang terjebak dalam kendaraan.
Baca Juga: Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah Triwulan IV-2025 Tahap 1?
Namun setelah aparat turun ke lokasi, kebenaran sesungguhnya justru jauh dari dugaan awal.
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, memimpin langsung pemeriksaan sejumlah mobil yang terparkir dan terseret banjir.
Polisi menyisir titik-titik yang disebut dalam unggahan warganet, termasuk area yang sumber baunya paling kuat.
Baca Juga: Cek Nama Anda! Pengumuman PPPK Tendik 2025 Sudah Dibuka, Begini Cara Tahu Anda Lolos atau Tidak
Setiap pintu mobil dibuka, bagian jok diperiksa, bagasi dibongkar, dan seluruh ruang kendaraan diobservasi.
Hasilnya membuat warga tertegun tidak ditemukan satu pun mayat, bahkan tidak ada tanda-tanda keberadaan jenazah.
Temuan itu sekaligus membantah kabar yang telanjur viral di media sosial.
Baca Juga: Cek Nama Anda! Pengumuman PPPK Tendik 2025 Sudah Dibuka, Begini Cara Tahu Anda Lolos atau Tidak
Menurut polisi, bau menyengat yang dianggap sebagai bau bangkai ternyata berasal dari lumpur dan material banjir yang mengendap cukup lama di dalam kendaraan.
Lumpur itu, bercampur dengan sisa bahan organik dari luapan sungai, menghasilkan aroma kuat yang mudah disalahartikan.
“Tidak ada mayat. Yang ada hanya bau lumpur. Kami sudah periksa semua kendaraan yang dilaporkan,” tegas AKBP Muliadi dalam keterangannya dilansir liputan6.
Bau lumpur bercampur endapan banjir memang kerap memunculkan aroma serupa bau busuk.
Baca Juga: Cek Nama Anda! Pengumuman PPPK Tendik 2025 Sudah Dibuka, Begini Cara Tahu Anda Lolos atau Tidak
Ini sering memicu kesalahpahaman, terutama dalam situasi darurat ketika warga berada dalam tekanan dan suasana panik.
Hal inilah yang diduga menjadi pemicu utama munculnya isu menyesatkan tersebut.
Tinjauan polisi bukan dilakukan secara sepintas.
Baca Juga: 130 Tahun Melayani Negeri, BRI Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Lewat 1,2 Juta AgenBRILink
Tim gabungan memeriksa satu per satu mobil, termasuk mobil yang videonya sempat beredar dan menjadi sumber kepanikan warganet.
Beberapa mobil bahkan masih dipenuhi lumpur pekat yang menutupi seluruh interior.
Kondisi itu membuat kesan mencekam, sehingga wajar jika masyarakat yang tidak mengetahui detailnya langsung mengaitkannya dengan dugaan korban.
Baca Juga: 130 Tahun Melayani Negeri, BRI Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Lewat 1,2 Juta AgenBRILink
Namun fakta lapangan menunjukkan bahwa semua kendaraan yang diperiksa tidak mengandung apa pun selain lumpur, pasir, dan sisa banjir.
Sejumlah pemilik mobil juga memberikan keterangan bahwa mereka sudah mengungsi sejak air naik dan tidak ada penumpang tertinggal di dalam kendaraan.
Dengan temuan itu, aparat memastikan tidak ada korban jiwa yang tertinggal di dalam mobil.
Informasi yang beredar sebelumnya dinyatakan sebagai hoaks dan diimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh unggahan media sosial tanpa konfirmasi resmi.
Polres Aceh Tamiang juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu di tengah situasi bencana bisa memperkeruh keadaan dan mengganggu proses penanganan darurat.
Fokus utama di lapangan saat ini ialah evakuasi korban terdampak, pemulihan akses, serta penyaluran bantuan bagi warga yang wilayahnya masih tergenang.
Baca Juga: Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah Triwulan IV-2025 Tahap 1?
Saat hoaks ini terlanjur menyebar, beberapa warga mengaku sempat takut mendekati area tertentu karena percaya ada jenazah di dalam mobil.
Namun setelah klarifikasi dibuka ke publik, suasana mulai mereda.
Warga kini mengetahui bahwa sumber bau tersebut berasal dari lumpur, bukan mayat.
Baca Juga: Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah Triwulan IV-2025 Tahap 1?
Kasus ini menambah panjang daftar hoaks bencana yang sering muncul di tengah situasi genting.
Polisi meminta masyarakat lebih bijak menerima informasi, terutama konten sensasional yang tidak disertai bukti.
Verifikasi dari sumber resmi menjadi penting untuk mencegah kepanikan yang tidak perlu.
Dengan fakta yang sudah jelas, isu mayat dalam mobil banjir Aceh Tamiang resmi dinyatakan tidak benar.
Baca Juga: 130 Tahun Melayani Negeri, BRI Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Lewat 1,2 Juta AgenBRILink
Apa yang awalnya dianggap sebagai tragedi mencekam ternyata hanyalah kesalahpahaman yang terbentuk dari bau lumpur dan situasi panik.***




